Pemprov Jatim Gandeng Ormas Atasi Radikalisme

SURABAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur akan melibatkan seluruh organisasi masyarakat (ormas) dan mahasiswa untuk memberikan pendampingan dan pemahaman bagi para generasi muda agar tidak terjerumus dalam gerakan radikalisme. Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf meresopon maraknya mahasiswa yang terjerumus dalam pemikiran radikal termasuk pendirian Negara Islam Indonesia (NII).

Menurut Saifullah Yusuf,  wacana pendirian negara Islam merupakan ide yang kadaluarsa. “ Itu ahistoris, sudah selesai dibahas oleh semua komponen bangsa sebelum negara kita merdeka. Negara kesatuan yang telah ada sekarang harus kita pelihara bersama,” ujar Gus Ipul sapaan akrabnya, di Surabaya, Selasa (26/4).

Gus Ipul menambakan masuknya generasi muda dalam gerakan NII adalah dampak pemanfaatan waktu luang yang salah.

“Kurikulum pendidikan dan agama di sekolah sudah jelas, bila terlalu banyak materi yang ditambahkan lagi akan melelahkan para siswa. Kita harus mewaspadai waktu kosong antara sekolah dan di rumah, karena di sini mereka mencari pemenuhan identitas dirinya”. tegas Gus Ipul.

Untuk mengurangi dampak negatifnya, Ketua Dewan Penasehat GP Anshor ini mengatakan semua pihak harus turut berperan mengatasi gerakan deradikalisasi ini.

“Kita akan melibatkan semua ormas pemuda dan mahasiswa untuk melakukan pendampingan bagi para genegrasi muda. Diharapkan para korban (mahasiswa) yang sempat meyakini ajaran ekstrem ini setelah prosesnya hukum nya selesai bisa ikut dibantu pemahamannya ideologinya.” ujar Gus Ipul. (ut/ara)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Pemprov Jatim Gandeng Ormas Atasi Radikalisme"