Pemprov Akan Bangun 2 Rusun Di Puspa Agro

Erlangga Satriagung

SURABAYA (suarakawan.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur  akan menambah dua tower rumah susun (rusun) di area Pasar Induk Puspa Agro Jemundo Sidoarjo, guna melengkapi dua tower yang sudah ada. Rencananya pembangunan dua rusun dimulai tahun ini.

“Tujuan pembanguan dua rusun ini, untuk memberikan kenyamanan fasilitas kepada para pedagang, yang rumahnya ada di luar kota,” Kata Erlangga Satriagung Ketua DPD REI Jawa Timur yang juga Dirut PT Jatim Graha Utama (JGU), Kamis (04/08).

Ia menambahkan, dua tower yang akan dibangun ini merupakan ini merupakan program Pemprov Jatim sedangkan dua tower sebelumnya merupakan program Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera).

“Dua tower pertama sudah diserahkan Kemenpera ke Pemprov Jatim, Pengelolaannya diserahkan ke JGU selaku BUMD. Saat ini dalam proses finishing termasuk penyambungan jaringan listrik,” kata Erlangga.

Menurutnya saat ini pengembangan rusun sebenarnya didasari oleh tingginya kebutuhan hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah, terutama masyarakat yang bekerja di kota besar. Selain itu menurutnya harga jual lahan atau rumah mulai meningkat dan melambung tinggi.

Dikatakannya, pengembang yang akan membangun rusun hingga kini masih terbatas. di Surabaya, sejatinya ada beberapa pengembang yang membangun apartemen bersubsidi.

“Rusun mulai dikembangkan di Jatim, di Surabaya dan Malang, baik rusunawa atau rusunami. Namun, jumlahnya masih tidak banyak,” ujarnya.

Konsep ini sebenarnya mendapat subsidi pemerintah karena harganya memang murah dan segmen yang dibidik adalah menengah ke bawah. ”Para pengembang masih menunggu pasar, selain itu dana PSU (prasarana, sarana dan utilitas) yang diterima masih kurang mendukung, jika dibandingkan dengan biaya kontruksi bangunan  tower,” ujarnya.

Menurutnya, tidak mudah mengalihkan minat masyarakat dari hunian horizontal dengan ke vertikal. Konsumen pun juga ragu apakah harga jual rusun dari waktu-ke waktu kian membaik seperti halnya rumah.

Hal inilah yang membuat pasar rusun cenderung melambat. Kalaupun ada, selama ini masih terbatas dikelola oleh Pemprov Jatim melalui BUMD, yaitu PT JGU yang mulai mengembangkan rusun di area pasar induk Puspa Agro Jemundo Sidoarjo. (aca/nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *