Pemkot Beri Waktu 2 Hari Kepada Pemilik Supermarket Untuk Ijin Usaha

supermarket (ilustrasi)

SURABAYA (suarakawan.com) – Penertiban terhadap supermarket tidak berijin oleh Pemerintah kota Surabaya sudah final, namun pihak pemkot memberikan tenggang waktu sampai hari Jumat.

Arief Budiarto Pelaksana Tugas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kota (Plt Kasatpol PP Pemkot) Surabaya mengatakan, keputusan penutupan sudah final.

“Selama ini pihaknya menunggu prosedur penutupan selesai mulai surat peringatan 1,2,3 dilayangkan,” kata Arief saat ditemui usai hearing.

“Disperindag beberapa hari lalu telah mengirimkan surat peringatan ketiga, minggu ini, satpol PP beserta dinas terkait akan melakukan koordinasi persiapan penutupan minimarket bodong,” terangnya

Sementara itu, Erick Reginal Tahalele anggota Komisi A  mengatakan Penertiban harus dilakukan karena tidak ada itikad mengurus perizinan. “Sudah tidak ada toleransi, yang tidak berizin harus yang pertama ditutup,” tegasnya.

Erik juga mengkritisi pihak pemkot Surabaya yang tidak selalu mengulur waktu penutupan supermarket tanpa ijin.“Saya curiga kenapa ada Surat Peringatan (SP) 1, 2 dan 3, tapi tidak segera bertindak, tapi untuk urusan Pedagang kali Lima (PKL) nunggu negosiasi seminggu saja berat,” terang Erick.

Erick menegaskan, jika harus dilakukan penutupan, ia meminta dilaksanakan secara dengan sungguh-sungguh, sebagaimana ketegasan pemkot terhadap PKL.  (aca/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Pemkot Beri Waktu 2 Hari Kepada Pemilik Supermarket Untuk Ijin Usaha"