Pemkot Belum Temukan Solusi Masalah Mangrove Mulyorejo

Kawasan hutan mangrove Mulyorejo yang gundul akibat pembalakan

SURABAYA (suarakawan.com)-Penetapan atau tempat buat penghijauan tanaman Mangrove di Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya) masih menjadi polemik. Sampai sekarang Pemkot belum bisa memberikan jawaban atau solusi atas keluhan warga Pamurbaya, yang tanahnya masuk lahan konservasi, sehingga dampaknya, tanah mereka tidak bisa disertifikat, dibangun rumah atau dijual ke pihak lain.

“Kami masih mencari cara untuk menyikapi keluhan tersebut. Sebab, di satu sisi lahan sudah masuk lahan konservasi yang dalam aturannya tidak bisa dipergunakan untuk urusan lain, selain hutan mangrove. Sementara di sisi lain kepemilikan lahan bersertifikat hak milik sudah menjadi hak warga,” ujar Asisten I Sekkota Bidang Administrasi Pemerintahan, Hadi Siswanto Anwar, Minggu (12/06).

Namun, lanjut Hadi, persoalannya saat ini sudah menjadi isu publik yang harus dipecahkan Pemkot. Pemkot harus menyelesaikannya sekalipun dengan susah payah dan mungkin sangat rumit.

Menurutnya, salah satu cara yang mungkin bisa dilakukan Pemkot adalah membeli tanah milik warga yang masuk ke area kawasan konservasi Pamurbaya. Semua pemilik tanah di Pamurbaya yang sudah bersertifikat dikumpulkan dan diajak berembuk untuk upaya pelepasannya ke Pemkot.

Tetapi ia menyadari, langkah ini bakal menemui batu sandungan mengingat Pemkot tidak memiliki anggaran yang cukup untuk memberi ganti rugi.

“Pertanyaan yang sangat mendasar yang pasti muncul adalah menyangkut besarnya ganti rugi. Dari mana uang untuk membayar tanah warga tersebut. APBD Surabaya masih belum mungkin untuk urusan tersebut,”terangnya. (aca/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Pemkot Belum Temukan Solusi Masalah Mangrove Mulyorejo"