Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Pemkab Gresik Mutasi PNS Demi Efisiensi Kerja

sambari

SURABAYA (suarakawan.com) – Wacana mutasi di lingkup Pemkab Gresik segera digulirkan setelah memasuki enam bulan. Hal ini ditegaskan Plt Pemkab Gresik, Bambang Isdianto saat mengikuti Assesment Kompetensi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama dan Administrator di Hotel Singgasana Surabaya, Selasa (5/4).

Mutasi jabatan yang dilakukan Bupati Sambari Halim Radianto bersama Wakilnya M.Qosim tersebut, menginginkan penataan pejabat yang ada lingkungan pemerintah Kabupaten Gresik sesuai dengan bidangnya.

Saat ini, ada 179 pejabat di lingkup Pemkab Gresik yang terdiri dari 29 pimpinan tinggi pratama eselon II, dan 150 pejabat administrator eselon III.

Bambang Isdianto, Plt Sekda Pemkab Gresik mengungkapkan, “Kegiatan ini dimaksudkan untuk melihat kompetensi PNS sebagai penyelenggara pemerintahan. Sebagai syaratnya, berdasarkan UU ASN Nomor 5 tahun 2014 sebagai acuan untuk pengambilan keputusan penempatan, pegawai, mutasi pegawai dan promosi jabatan di lingkungan Pemkab Gresik. Dari jumlah itu, nantinya akan ada mutasi setelah pemerintah berjalan enam bulan.”

“Adanya kegiatan itu juga merupakan salah satu bentuk persiapan untuk mutasi pejabat nanti setelah enam bulan pemerintahan berjalan,” imbuhnya.

Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto terkait dengan adanya mutasi tersebut menuturkan, kegiatan assement ini terhadap pejabat yang bekerja selama ini. Selain itu, begaimana bentuk pengabdian para pejabat dalam penyelenggaraan pemerintahan.

“Nantinya dalam manajemen kepegawaian ada lima implikasi. Diantaranya, penataan pemangku jabatan yang jelas sesuai dengan bidangnya, penyusunan kualifikasi dan standart kompetensi pemangku jabatan yang lebih terstruktur, terciptanya sistem penilaian kinerja yang lebih obyektif, penyempurnaan sistem semoterasi agar terciptanya efisiensi kinerja ASN serta penyusunan pemngembangan karier ASN,” tuturnya. (wan/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini