Pemimpin Dunia Desak Dukungan Perjanjian Untuk Lindungi PRT

SBY

JENEWA (suarakawan.com)-Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dan Kanselir Jerman Angela Merkel pada hari Selasa menyerukan negara-negara anggota badan tenaga kerja PBB untuk mendukung sebuah perjanjian baru yang menawarkan perlindungan terhadap pekerja rumah tangga.

“Kita harus mendukung konvensi ILO bagi pekerja rumah tangga,” kata Yudhoyono, menggarisbawahi pentingnya perjanjian itu ke negara sebagai “proporsi yang relatif besar” buruh migran negara Asia Tenggara adalah pekerja rumah tangga.

“Saya percaya bahwa konvensi ini bisa memberikan panduan kepada pemerintah mengirim dan tuan rumah untuk melindungi pekerja rumah tangga migran,” katanya konferensi tahunan International Labour Organisation.

Jerman Merkel juga mendukung panggilan pada pertemuan tenaga kerja badan PBB.

“Ini merupakan wilayah yang telah sangat banyak dalam bayangan kerja resmi. Ini sangat penting bahwa standar meletakkan yang memungkinkan untuk benar-benar menghormati martabat manusia dan standar perburuhan yang layak di daerah ini,” katanya.

“Saya berharap Anda setiap sukses sebagai sebuah organisasi untuk ratifikasi dari instrumen ini karena ini mungkin memang menjadi tonggak sejarah bagi kondisi kerja yang adil dan merata,” tambah Merkel.

Perjanjian tengara, yang ditujukan untuk melindungi sebuah 52600000 diperkirakan pekerja rumah tangga di seluruh dunia, akan memastikan bahwa karyawan menikmati kondisi “tidak kurang menguntungkan” daripada pekerja lainnya.

Ini akan mewajibkan pemerintah untuk menjamin PRT memahami hak-hak mereka, sebaiknya melalui kontrak tertulis.

Dokumen ini juga menawarkan pekerja rumah tangga sehari istirahat penuh setiap minggu, dan mencegah para majikan dari membutuhkan karyawan mereka untuk tetap dengan rumah tangga majikan selama cuti tahunan atau hari libur.(afp/nas)

Tag:
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Pemimpin Dunia Desak Dukungan Perjanjian Untuk Lindungi PRT"