Pemerintah Harus Seriusi Tangkal Radikalisasi Anak Muda

SOLO (suarakawan.com) – Tembak menembak seperti ini terjadi di Solo sekitar beberapa minggu lalu. Dua orang pelaku teror tewas, dan seorang lagi ditangkap hidup – hidup. Usia mereka belum genap 20 tahun tetapi sudah menjadi bagian penting dari kelompok teror. Banyak kalangan khawatir, bahwa kasus Solo ini menunjukan kemampuan rekrutmen kelompok – kelompok teror. Anak – anak muda yang mungkin secara ideologi mungkin belum matang, dengan mudah dipengaruhi dan mampu direkrut.

Suara ngaji, sholat berjamaah dan sekolah para santri merupakan bagian rutinitas aktifitas di ponpes Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo. Di ponpes yang didirikan salah satu diantaranya oleh Abu Bakar Basyir, terpidana kasus terorisme inilah dua pelaku teror solo yang ditembak mati polisi pernah menyantri. Bayu Setiono pelaku yang lain juga pernah bekerja sebagai tukang sapu disini. Ponpes ini juga pernah jadi almamater sejumlah tersangka terorisme yang lain.

Namun hal itu dibantah keras oleh Ustad Wahyudin Kepala Ponpes atas keterkaitan ponpesnya dengan sejumlah alumnusnya yang menjadi pelaku teror. Termasuk dengan tiga pelaku teror solo. Dia menyebut tindakan mereka lebih ke arah balas dendam atau qisas, dibandingkan dengan tujuan lain yang bersifat ideologis.

“Apapun motifnya, munculnya pelaku – pelaku teror berusia muda ini patut kita khawatirkan,” jelasnya.

Sementara itu, menurut Abdul A’la pakar politik dan sosiologi islam IAIN Sunan Ampel, hal ini bisa disebut sebagai kegagalan program deradikalisasi yang dilakukan pemerintah. Program yang tujuannya membentengi umat islam dari ideologi radikal ini tidak berdaya. Ideologi radikal kini mampu membius generasi – generasi muda islam.

“Kekhawatiran ini hendaknya diperhatikan serius oleh pemerintah,” sergahnya.

Program deredikalisasi yang dianggarkan hampir Rp200 Milyar per tahun seharusnya lebih dari cukup. Apalagi seperti dikatakan sejumlah kalangan, deradikalisasi bukan soal banyaknya dana, tetapi soal efektifitas program dan keserisusan.

“Kita tentu tidak ingin, ideologi radikal semakin merasuki anak – anak muda islam lebih dalam,” tutupnya.(jto)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Pemerintah Harus Seriusi Tangkal Radikalisasi Anak Muda"