Pemerintah Akan Bangun Pabrik Gula Baru Di Jatim

Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo saat menerima kunjungan Wakil Menteri Pertanian RI, Dr. Bayu Krisnamurthi, MSi di Grahadi.

SURABAYA (suarakawan.com) – Pemerintah akan membangun pabrik bula baru di beberapa daerah di Indonesia, termasuk di Jawa Timur, dalam rangka meningkatkan produksi gula nasional. Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi mengatakan, 4 hingga 5 pabrik baru akan dibangun di Jawa Timur, sebagai upaya pemerintah mencapai swasembada gula secara nasional.

“Untuk kebutuhan nasional kita menghasilkan 2,5-3 juta ton, sementara kebutuhannya 5-5,5 juta ton, sehingga kita masih kurang 2,5-3 juta ton gula,” papar Bayu Krisnamurthi, Selasa (12/07).

Pembangunan pabrik gula baru di Jawa Timur merupakan bagian dari rencana pemerintah membangun 15 pabrik gula baru di beberapa daerah di Indonesia. Rencananya pembangunan pabrik gula baru itu akan menggandeng pihak investor untuk membiayai pembangunannya, selain dana yang disiapkan pemerintah sendiri.

Peningkatan produksi gula dirasa sangat mendesak karena selama ini Indonesia masih mengimpor gula dari luar negeri. Kebutuhan gula selama ini banyak dibutuhkan oleh kalangan industri makanan dan minuman, hotel dan restoran maupun rumah tangga. Peningkatan produksi gula selama ini dilakukan dengan memperbaiki pabrik gula yang telah ada.

“Kita siapkan anggaran 9 triliun rupiah, dan yang terserap baru 1,5 triliun rupiah,” ujar Wakil Menteri Pertanian saat bertemu Gubernur Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi.(12/7)

Selain itu pemerintah juga telah melakukan peningkatan produktifitas tebu petani dnegan menyiapkan anggaran untuk membeli benih tebu untuk petani. “Untuk Jawa Timur kita alokasikan 55-60 milyar rupiah,” lanjut Bayu Krisnamurthi pada Suarakawan.com

dari 31 pabrik tebu yang sudah ada di Jawa Timur, ditambah sekitar 5 pabrik gula yang baru, diharapkan mampu menghasilkan surplus hingga 2 sampai 2,5 juta ton. “Jawa Timur itu andalannya Indonesia, karena 50 persen produksi gula nasional ada dari Jawa Timur,” pungkasnya.

Sementara itu Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyatakan tidak keberatan dengan adanya investasi bidang gula masuk ke Jawa Timur. “Asalkan bahan baku berasal dari Jawa Timur, dan di produksi di Jawa Timur juga. Sehingga nilai tambah dari adanya pembangunan pabrik gula di Jawa Timur harus menguntungkan rakyat terutama petani tebu dan karyawan pabrik gula,“ tegas Soekarwo, Gubernur Jawa Timur.

Soekarwo menambahkan, program revitalisasi pabrik gula diharapkan tidak melikuidasi pabrik gula yang ada selama ini. Selain itu untuk pendirian pabrik gula baru, lokasinya harus di luar kawasan pabrik gula yang sudah ada.

“Apabila terdapat pabrik yang tidak produktif, maka bisa digunakan untuk mengolah bahan yang secara ekonomis bagus seperti raw sugar atau bahan setengah jadi, yang bahan bakunya terdapat dari masyarakat,” tandas Pakdhe Karwo, sapaan akrab Gubernur Jawa Timur.(PetrusR/nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *