Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

PEMBELAAN MUHAMMAD TAMIM PARDEDE PANGLIMA REVOLUSI KEADILAN ALAM SEMESTA

09 Jul 2017 // 20:21 // SOROTAN PUBLIK

palu hakim

Atas nama dan demi keadilan Fiat justicia et pereat mundus lex dura sed samen scripta

Majelis persidangan yang mulia,
Dengan mengatupkan kesepuluh jemari,saya sampaikan salam hormat kepada majelis sidang yang mulia ini,semoga segenap proses persidangan ini diwarnai oleh kemuliaan yang berlimpah ruah.

Adalah kemuliaan tersebut terwujud karena nilai keadilan menjadi dasar daripada berjalannya persidangan ini dari awal hingga akhirnya.Sebab daripada itu tidaklah setiap individu dimuka bumi ini diwajibkan untuk taat kepada hukum, yang ada justru hukum yang harus taat kepada nilai keadilan dalam segenap aspeknya serta frasa perjalanannya.

Perlu untuk diketahui bahwa saya merasakan dalam praktik penyelenggaraan proses mempidanakan kasus saya selama ini aparatur hukum telah jelas melakukan false trial. Terjadinya false trial tersebut kepada saya diakibatkan standar mental aparat yang memeriksa saya memiliki law enforcement yang dangkal dari mereka sendiri.

Contoh yang paling sederhana adalah tidak diberikannya kesempatan bagi saya untuk sedikit beristirahat Kepada saya setelah saya melakukan perjalanan panjang via darat dari lubuklinggau ke jakarta. Serta tidak diberikan kepada saya untuk sahur pada saat bulan ramadhan. Kelelahan yang sangat saat baru 2 jam tiba di Jakarta saya langsung dijemput paksa lalu diproses paksa tanpa mengindahkan hak tubuh dan ibadah saya.

Maka semakin paripurnalah pernyataan nahwa di Indonesia hukum hanya merupakan suatu kegiatan yang sama sekali tidak berdasarkan pada azas keadilan sesuai dengan pancasila sebagai dasar negara. Quo vadis hukum dinegeri ini.

Apa yang saya alami tersebut merupakan penyelewengan terhadap keadilan di negeri ini selanjutnya akan sangat berbahaya dan memalukan proses penegakan hukum dinegeri ini Sehingga mudah ditemui upaya ‘penghilangan’ Hak azasi saya bermotifkan instruksi penguasa. Dan tindakan tersebut masih langgeng sampai detik ini dan hal itu saya alami sendirtruksii.

Terkait dengan kasus yang sedang saya hadapi ini yaitu begitu tidak beresnya proses hukum yang saya lalui semenjak saya ditangkap hingga saat ini oleh polisi yang telah memaksaKan institusi mereka menjadI Dominus Litis atau Master of Litigation Yang seharusnya merupakan kewenangan mutlak penegak hukum dalam menangani perkara. Dari sejak dimulainya penyidikan, hingga berakhirnya penuntutan.

Pengertian tersebut menunjuk pada peran jaksa sebagai The Real Master of Litigation. Bukan hanya berperan sebagai penuntut dalam persidangan, tapi juga yang mengendalikan alur dan memiliki kontrol penuh atas berkas perkara, menjadi hak dan kewenangan polisi sehingga jaksa tidak lebih hanya terposisikan sebagai kurir pemeriksaan perkara hukum sampai pada P 21 saja. Dan saya sebagai warga negara yang punya hak mendApatkan keadilan sesuai sila yang ke 5 dari pancasila mengharapkan agar jangan saya diseret pada kondisi false Trial yang seperti ini.

Saya faham benar hak saya tersebut juga faham benar untuk membela hak saya tersebut walau nyawa saya harus melayang dan raga saya harus berkalang tanah sekalipun.

Harus jujur diakui dan segera dilaksanakan tugas jaksa yang bukan hanya berperan sebagai penuntut dalam persidangan, tapi juga yang mengendalikan alur dan memiliki kontrol penuh atas berkas perkara.

Jaksa idealnya mempunyai hulp magistrate (pembantu jaksa) yaitu reserse polisi. Artinya jaksa berperan dalam memimpin perumusan perkara. Tidak seperti sekarang dimana polisi mengambil porsi yang cukup besar dalam perumusan berkas perkara (pra-judikasi), sementara jaksa menurut pasal 30 ayat (1) huruf a UU No 16 tahun 2004 tentang kejaksaan hanya memiliki kewenangan dalam ruang lingkup yang relatif kecil dalam proses judisial: penuntutan.

Kalaupun jaksa berperan dalam pra-penuntutan, apalah arti jika jaksa hanya dijadikan peneliti berkas dan juri P-21 atas berkas yang dibuat oleh penyidik polisi. Sampai disini, dapat disimpulkan bahwa peran dan porsi jaksa relatif sangat kecil untuk dapat dinobatkan sebagai master of litigation. Dan saya tidak rela dIjadikan Korban bulan bulanan kekeliruan hukum atau salah kaprah keadilan yang seperti ini. Saya punya hak dan kemampuan untuk marah bila saya diperlakukan seperti ini

Alih-alih menerapkan prinsip diferensiasi fungsional (pemisahan proses hukum) dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) serta UU sektoral kejaksaan dan kepolisian yang memisahkan proses penyidikan dan penuntutan, dibalik itu justru telah terjadi friksi tajam antara kepolisian dan kejaksaan. Saya mengalami tindakan kesewenang-wenangan polisi (menggunakan kekerasan verbal dan non verbal) dalam memeriksa Saya terkait perkara ini Disebabkan oleh Kesemrawutan peradilan pidana di negeri yang mengaku pancasila sebagai dasar negara ini Yang itu terjadi sesungguhnyai karena lemahnya dominus litis yang dimiliki penuntut umum serta absennya kontrol pengawasan kekuasaan yudisial dalam tahap pra ajudikasi pada kasus saya ini. Yang pada akhirnya kondisi konstruksi division of power (pembagian kekuasaan) dalam integrasi sistem peradilan pidana terwujud pada saat menangani kasus saya yang ada justru yang terjadi adalah sebaliknya dimana terjadi overlapping penyidikan antara kepolisian dan kejaksaan, Sehingga sangat merugikan saya sebagai warga negara yang berhak mendapatkan keadilan di negeri ini, dan saya tidak terima dengan kenyataan yang sedang saya alami ini. Lebih baik bagi saya untuk menyatakan perang dengan rezim pemerintahan yang sekarang ini daripada saya berdiam diri diperlakukan keji oleh orang yang saya gaji dari pajak saya yang saat ini sedang mengendalikan jakannya perpolitikan dan hukum dinegeri ini.

Immanuel Kant mengemukakan ‘Noch suchen die juristen eine definition zu ihrem begriffe von recht” —- tidak ada seorang Yurispun yang dapat mendefenisikan hukum dengan tepat. Nah berhati hatilah dalam beracara mengenai hukum sebab para Pakar terdahulupun masih berendah hati perihal hukum,pertanyaannya apakah para praktisi hukum saat ini sudah memenuhi standar berpengetahuan tentang hukum itu sendiri?

Hukum adalah ilmu pengetahuan, yakni pengetahuan yang tersusun secara sistematis atas dasar kekuatan pemikiran.sebagai jalinan nilai-nilai, yakni jalinan dari konsepsi abstrak tentang apa yang dianggap baik dan buruk.Pertanyaannya dasar kekuatan seperti apa dan standarisasi yang bagaimana serta anggapan buruk dan baik berdasarkan apa yang digunakan para praktisi hukum sehingga anda layak tampil sebagai penghukum atau penentu hukum.

Contoh paling sederhana kalau anda saja masih suka membuang sampang disembarang tempat seperti membuang sesuatu dari mobil anda keluar mobil anda secara sembaranga, maka anda jangan coba coba duduk dihadapan saya untuk menentukan jalannya acara hukum atas kasus saya ini. Hukum selalu mengikuti alamnya, sejarahnya, hukum selalu menyesuaikan keadaan dikarenakan hukum selalu muncul sebab ada rangsangan dari peradaban, sejarah yang me jadi penyebab rangsangan sebagai akibat, juga rangsangan dari perkembangan intelektual manusia.

Maka dalam menangani kasus saya ini praktisi hukum juga harus faham sejarah, apabila tidak maka silahkan mundur dari arena ini.sayaa sebelum melanjutkan Persidangan atas kasus saya ini maka saya lebih dulu saya menuntut agar ada upaya mengembalikan kewenangan dominus litis kepada jaksa tentu merupakan salah satu jalan keluar untuk memperbaiki citra peradilan disamping (tentu saja) sebagai perbaikan kultural bagi para aparat. Kepolisian belum bisa dipercaya sebagai pihak yang tepat untuk menangani kasus kasus hukum, dikarenakan keilmuan yang kompeten serta kondisi moral yang sangat buruk.

Mengenai kasus saya contohnya yang secara arogan mereka pihak kepolisian memaksakan memasukkan ke BAP bahwa akun facebook atas nama Prof tamim pardede adalah milik saya, hal itu salah besar, seharusnya cyber crime Mabes polri harus bisa melacak siapa pemilik akun tersebut. Apakah cyber crime tidak dibekali kemampuan untuk melacak kepemilikan akun facebook? Kalau belum mampu atau bisa ya jangan dibentuk cyber crime. Sebab nantinya akan berakibat pada penerepan hukum yang keliru dan bertumpang tindih. Dan ini Sangat merugikan hak azasi seseorang. Baiknya benahi dulu perangkat penegakan hukum secara murni dengan melibatkan jaksa sebagai pihak yang berhak melakukan upaya penuntutan hukum serta pemeriksaan atas kasus dengan dibekali kemampuan atau keilmuan yang mumpuni sehingga penerapan hukum tidak kacau sehingga pula nilai keadilan dapat ditegakkan dengan baik berdasarkan prinsip keilmuan yang menjadi acuan atau standar bagi hukum itu sendiri. Janganlah kepolisian tegak menjadi perampok atas hak beberapa pribadi dan pihak instansi seperti selama ini terjadi. Kepolisian yang seharusnya menjadi pembantu jaksa saat ini malah menjadi herder yang melaksanakan pesanan penguasa untuk menjadi hantu yang menakut nakuti rakyatnya.

Perlu adanya pendalaman keilmuan akan setiap kasus yang akan diperkarakan dipersidangan, maka dari itu penegak hukum wajib memahami hakekat daripada kasus tersebut sehingga terang benderanglah kasus tersebut sebagai perjuangan rakyat yang tertindas dari faham yangml merusak bangsa dan negara atau kasus kriminal atau kejahatan.

Dalam kasus saya misalnya, perihal didakwanya saya telah melakukan ujaran kebencian terhadap pemerintahan yang sah ini,yakni rezim Jokowi dan parpol pendukungnya. Maka tanpa keadilan seorang Untung Suropati, Pangeran Diponegoro,Patimura,Teuku Umar dan pahlawan lainnya adalah pelaku ujaran kebencian dan bahkan lebih dari itu mereka pelaku pembunuhan atas beberapa nyawa.

Maka daripada itu dalam konteks keadilannya suatu hukum, ada unsur historiatnya yang harus dipandang sebagai dasar dalam berkesimpulan hukum dan ini wajib dipenuhi oleh para penegak hukum, janganlah orang bodoh,dungu,bermoral buruk menjadi polisi,jaksa atau hakim. Dimana itu historiatlah yang kemudian menjadi dasar terbentuknya groundnorm yakni dasar norma berperilaku dalam kehidupan sehari hari.Sebab sejarah adalah sifat-sifat yang beraturan tentang suatu kejadian, yang kemudian membentuk substansi filsafat sejarah.

Hukum sejarah sama halnya dengan hukum-hukum alam, yakni merupakan suatu hipotesis yang sangat kuat, maka dari itu herodotus (484-425 SM), menyatakan bahwa studi sejarah merupakan usaha untuk meneliti kausa-kausa atau sebab-sebab.Sejarah dalam bahasa Yunani: historia, yang berarti “standar operasi pengetahuan yang diperoleh melalui penelitian”.

Ketika seorang ingin mengetahui tentang lautan, ia hanya perlu pergi ke laut dan melihatnya kemudian akan mengetahui seperti apa lautan itu. Tetapi, ketika seorang ingin mengetahui hukum, ia tidak bisa hanya melihat undang-undang atau aturan normatif lainnya karena hukum tidak hanya mengenai undang-undang atau sifat normatif lainnya, hukum juga tentang makna-makna dibalik undang-undang dan aturan normatif tersebut.

Sadarilah bahwa tidak mudah menjadi penegak hukum yang berdasarkan keadilan, kalau hanya berkutat di pasal pasal dan lamanya hukuman. Seorang anak lulusan SMP juga bisa, harap anda anda sebagai penegak hukum menyadari betapa ilmu, sekali lagi ilmu adalah penentu bagi kwalitas keprofesian seseorang.

Sejarah adalah suatu proses, jadi bukan sesuatu yang berhenti, melainkan sesuatu yang bergerak; bukan mati, melainkan hidup.Maka penegak hukum wajib mengetahui aspek sejarah dalam menangani suatu kasus kasus hukum,tidak bisa tidak. Hukum sebagai gejala sejarah berarti tunduk pada pertumbuhan yang terus menerus dan pertumbuhan tersebut senantiasa menghadirkan aspek hukum pada setiap zamannya. Pengertian tumbuh membuat dua arti yaitu perubahan dan stabilitas. Hukum tumbuh, berarti bahwa ada terdapat hubungan yang erat, sambung-menyambung atau hubungan yang tak terputus-putus antara hukum pada masa kini dan hukum pada masa lampau. Hukum pada masa kini dan hukum pada masa lampau merupakan satu kesatuan. Maka untuk membuat hukum tersebut bertetapan pada keadilan dalam perjalanannya maka fahamilah sejarah sebagai salah satu bagian dari standar mengambip kesimpulan hukum.

Kalau saya didakwakan menuduh pemerintahan yang sah ini sebagai aplikasi komunisme dan pendukung ideologi komunisme, maka daripada itupun saya sudah punya modal tuduhan dan memiliki sangat banyak bukti saya bawa dan bisa hadirkan itu bukti bukti, maka selayaknya berrdasarkan tuduhan saya, pemerintah sebagai lembaga negara yang kredibel,L harus menghadapi saya dengan ilmu, bukan sebagai srigala yang krjam, sebab sebagai organisasi yang telah mempunyai perangkat yang lengkap, berkewajiban kiranya menyatakan bahwa mereka tidak seperti yang saya tuduhkan,dengan pula menyampaikan data dan fakta.Lalu data dan fakta dari saya juga dari pemerintah untuk kemudian dapat ditentukan pihak mana yang benar pihak mana yang berdusta.

Setelah terbukti ada kedustaan barulah POLRI melakukan penangkapan. Bukan seperti yan saya alami saat ini yaitu gaya gaya komunisme dalam memberangus rival rivalnya.

Adalah keadilan itu tegak sejalan dengan ilmu pengetahuan camkan itu wahai para penegak hukum, sehingga dengan tersebut dia bermatamorfosa menjadilah hikmat yang digunakan sebagai standar dan syariat kepemimpinan sesuai sila yang ke 4 dari Pancasila.

Hikmat sebagai standar memimpin rakyat adalah ketika ilmu pengetahuan menjadi dasar pijakan untuk berperilaku adil. Maka belajarlah kalian lebih dalam dan lebih banyak pagi, jangan sombong seolah kalianlah sumber ilmu itu sendiri, arogansi atas kebodohan kalian akan sarana untuk kemudian kaluan sendiri akan dihakimi nantu.

Kalau Pemerintahan yang sah ini tidak mau menggunakan keadilan ilmu pengetahuan sebagai dasar kepemimpinan,maka saya minta rezim ini untuk segera mundur dan membubarkan diri, kalau tidak mau maka rakyatlah yang akan bersatu untuk membubarkan rezim ini.

Rezim ini telah menggunakan Pancasila (baca:versi kiri) untuk kemudian memandulkan Pancasila yang telah dibakukan sebagai dasar filosofi berbangsa dan bernegara. Terbukti dengan tidak adanya upaya yang riil berkonstitusi mengenai pola pendidikan umum lintas tingkatan. Moral kePancasilaan sebagai kurikulum berpendidikan sudah tidak diterapkan, moral dan mental kePancasilaan sudah tidak lagi dijadikan sebagai alat screening dalam menerima calon pegawai aparatur negara, calon legislatif, yudikatif, maupun eksekutif.

Memang lidah tak bertulang tak terbatas kata kata mengaku Pancasilais memang mudah, menjadi Pancasilais tidak semudah membalikkan telapak tangan. Mari kita berendah diri untuk senantiasa belajar banyak lagi mengenai sesuatu yang belum kita ketahui.

Bila majelis yang mulia ini mau memahami, bahwa Pancasila saat ini hanya tersisa atau berada ditubuh TNI, sebab mereka masih menggunakan Pancasila sebagai standar dalam penelitian khusus mereka di institusi mereka, sedangkan yang lainnya termasuk bangsa ini sekalipun sudah masuk kedalam kubangan anti Pancasilaisme.

Adapun kasus kebencian terhadap ras lain dalam hal ini yang dimaksudkan adalah tertuju kepada keturunan cina atau orang cina yang berada disini, perlu diketahui khususnya keturunan cina sampai dengan saat ini belum mau berikrar mengenai leburnya mereka dalam keIndonesiaan sebagaimana yang pernah dilakukan oleh jong jong pribumi yang terwakili oleh beberapa jong pribumi yang hadir dan jong lintas agama / keyakinan yang hadir pada 28 Oktober 1928. Padahal pada saat itu perwakilan jong cina hadir disaat ikrar Sumpah Pemuda tersebut,namun mereka sombong tidak mau berikrar sampai saat ini. Belajarlah pada sejarah agar tidak buta matamu memandang cahaya kebenaran.

Berbeda halnya dengan jong keturunan Arab yang berkesadaran penuh untuk menanggalkan jubah kedaerahannya dengan melebur kepada eksistensi bangsa Indonesia pada October 1934 dimotori oleh Baswedan. Maka daripada itu Bung Hatta jelas jelas membedakan orang keturunan tionghoa daripada orang orang keturunan Arab dengan menyatakan jong cina kerap berkhianat,sedangkan jong Arab sudah membuktikan beberapa kali baktinya pada negeri ini.Orang orang cina yan dahulu menjadi antek antek penjajah Belanda,bahkan lebih kejam daripada Belanda itu sendiri kelompok Po Antui ( 1947 cimahi ) membunuhi para pejuang bangsa dan negeri. Fakta Po An Tui tidak berpihak pada Republik Indonesia juga dibuktikan dengan adan serangan laskar Pau An Tui di Medan ke pihak TNI yang saat itu di komandoi oleh Jamin Ginting.

Alasan penyerangan mereka adalah karena ingin membalas dendam kepada terhadap ‘laskar liar’. ’’Akibat penyerangan ini mereka pun balik dihabisi oleh pasukan TNI yang dipimpin Jamin Ginting. Saat bung Karno mamaktubkan kata kebangsaan didalam Pancasila yang sedang dirumuskan, anggota BPUPKI dari jong cina antara lain :
Mereka mengundurkan diri sebab tidak menyetujui kebangsaan keIndonesiaan,atau bumi putera ketika itu. Adalah keadilan itu tegak bersama ilmu lalu bermetamorfosa dia menjadi hukum yang mengayomi segala pihak bangsa Indonesia. Sesuai sila ke 5 dari Pancasila maka dibutuhkan ilmu dalam menentukan keabsahan cerita cerita yang menggambarkan seakan akan orang orang cina ini juga berjasa bagi bangsa dan negeri ini,sehingga secara khusus mereka diterima mejadi bagian dari bangsa ini atas jasa mereka, walau mereka tak sudi berikrar akan kebangsaan ini Indonesia sebagaimana yang dilakukan oleh jong pribumi,jong lintas agama dan jong Arab.
Geger pecinan ( 1740-1743 batavia & jateng) telah diangkat secara palsu dan paksa seolah itu adalah peristiwa besar dimana orang orang cina memerangi Belanda berdasarkan kecintaan mereka terhadap negeri ini.

Diperkirakan pada saat itu, jumlah orang cina diperkirakan telah mencapai sekitar 15.000 jiwa atau sekitar 17% total penduduk di Batavia. Maka belanda berupaya semaksimal mungkin untuk menekan mereka. Dasar geger pecinan adalah murni konflk orang cina vs belanda tanpa dasar kepahlawan atau kecintaan terhadap ini negri sedikitpun, maka hentikanlah dusta kisah tersebut demi mencari dukungan warga bangsa ini sehingga dibuatlah monumen geger pecinan di TMII untuk membodohi bangsa ini agar kaum cina keturunan dan asli bisa menjajah ini bangsa dan negeri secara lebih mudah.

Yang benar saat itu Belanda penjajah punya proyek ambisius untuk menjadikan Jakarta pada waktu itu sebagai pusat bisnis dan penampungan rampasan perang,maka Belanda membutuhkan banyak tenaga untuk dijadikan antek dan centeng, maka dikirimlah dalam jumlah besar orang orangcari cina sebagai tenaga kerja untuk menambah jumlah orang cina yang ada disini. Namun terlalu banyak ternyata orang orang cina yang datang tersebut sehingga Belanda berpikir untuk mengurangi jumlah mereka, lalu membaginya dengan cara mengirimkan sebagian mereka kedaerah sekitar India.

Ketika itu beredar isu, bahwasannya ternyata orang orang cina yang diangkut oleh kapal tersebut dibuang ke laut oleh Belanda, sehingga membuat orang cina di Batavia merasa ketakutan, lalu orang cina yan berada didalam dan diluar benteng kota saat itu berusaha memberontak kepada Belanda atas dasar rasa khawatir akan keselamatan mereka. Jadi pertempuran tersebut bukan atas dasar kecintaan orang orang cina tersebut kepada bangsa dan negeri Indonesia.

Terdesak oleh Belanda,mereka lari ke Serang ditolak oleh masyarakat Serang mereka kearah Semarang, Pati, Jepara lalu disitulah mereka menambah runyam dengan berpihak kepada salah satu kelompok pribumi yang bertikai sehingga pecahlahperang saudara dimana orang orang cina ada andil besar atas peristiwa tersebut.sehingga membuat pribumi Jogja dan Solo tidak bersatu lagi bahkan pertikaian tersebut terpelihara hingga saat ini.

Kisah dusta 5000 jiwa orang cina yang tewas di Surabaya pada 10 Nopember 1945 juga jadi gacoan orang orang cina untuk dihormati dinegeri ini oleh bangsa ini. Padahal orang orang cina yang tewas pada saat itu berada dibawah panji panji Kuo Min Tang suatu pergerakkan nasionalisme radikal cina karena memang saat itu kondisi negeri cinapun sedang memanas.
Berlanjut juga pemberontakkan diperkebunan Deli yang mana orang orang cina saat itu tidak mau tunduk kepada penguasa RI ketika itu,mereka hanya mau tunduk kepada RRC saja. Betapa orang orang cina ini begitu membenci bangsa ini,namun doyan memperkaya diri dinegeri ini.

Berlanjut juga slogan slogan bodoh yang mengatakan bahwa Liem Swie King,Rudy Hartono,Jhon Lie,Susi Susanti adalah pahlawan bagi bangsa ini. Tanda tanya yang sangat besar,apakah orang orang bayaran itu yangmendapatkan balasan berupa kenikmatan,gaji,tunjangan profesi,nama baik masih pantas dikatakan sebagai pahlawan??? Mereka adalah orang orang bayaran,camkan itu.

Maka memasukkan keturunan cina dan orang cina pada wadah keBhineka tunggal ika an adalah batal demi keadilan, sebab keturunan cina sampai saat ini belum dapat digolongkan sebagai bagian dari bangsa indonesia ini, sehingga membenci mereka, mencaci mereka, menuduh mereka dapat dimasukkan sebagai tindak pidana ujaran kebencian dan sara, itu semua adalahbatal atas nama keadilan, batal atas nama kebenaran. Bhineka tunggal ika hanya dapat diberlakukan kepada jong jong pribumi, jong jong lintas keyakinan, jong Arab yang mereka rela untuk berikrar mengenai ini ke Indonesiaan kecuali kalau nanti khusus jong cina rela menyusul untuk kemudian berikrar akan keIndonesiaan maka merekapun nanti adalah saudara/i sebangsa, bila tidak maka orang orang keturunan cina manapun bukan bagian dari ini bangsa.

Jangan paksakan rakyat Indonesia untuk menerima Pancasila palsu dan Bhineka abu abu demi menyelamatkan kelompok yang paling banyak korupsi dinegeri ini,yang angkuh, rumah mereka tertutup rapat enggan bergaul dengan pribumi yang mereka anggap sebagai kuli. Yang negaranya berton ton menyelundupkan narkoba di negeri ini, yang mengirimkan bibit bibit tanaman bervirus.
Majelis sidang yang Mulia,
Demikian pledoi ini saya sampaikan,berharap saya menerima akan keadilan dari proses persidangan dengan 2 vonisteradil, antara lain :
1. Bebaskan saya dari segala dakwaan lalu bersama kita bangun bangsa dan negeri ini.
2. Hukum mati saja saya, sebab saya tidak rela hidup ditengah negeri yang tidak berkeadilan dan terjajah oleh ideologi komunis, mati berkalang tanah lebih baik daripada hidup dipunggung bumi yang keadilan telah dibinasakan.

Dalam literatur lintas kitab suci disebutkan bahwa :
1.InnaLLAAHA ya’muru bil’adl (sesungguhnya ALLAAH memerintahkan untuk berperikeadilan) An Nahl/16:90
2.Sambil memelihara jalan keadilan. Amsal Salomo 2:8
3.Hai anakku janganlah pertimbangan dan kebijaksanaan itu menjauh dari matamu peliharalah itu, Amsal Salomo 3:21.
Adalah manusia itu merupakan mahluk yang penuh dengan segenap kekurangan,maka keadilan seolah tiada akan dapat dia wijudkan. Maka untuk memelihara dan memenuhi akan rasa keadilan maka wajib manusia menerapkan segenap hukum SANG MAHA ADIL.yakni DIA SANG MAHA KUASA, PENCIPTA semesta raya ini,sebab percuma peribadahan dilakukan oleh manusia manusia yang beragama bila tidak menerapkan hukum ALLAAH dalam acara perundang undangannya.
Dikatakan sebagai berikut :
1. Barang siapa yang tidak berhukum dengan apa apa yang ALLAAH turunkan sesungguhnya dia telah kafir (QS Al Maidah:44)
2. Percuma mereka beribadah kepadaku sedangkan ajaran yang mereka ajarkan adalah perintah manusia.(Markus 7:7, Matius 15:9)

Demikian saya sampaikan agar dipahami oleh manusia bahwa itu nilai keadilan harus menjadi tuan di bumi ini. Ini adalah nasehatku kepada semuanya yang mengaku berakal, ini adalah seruanku bagi mereka yang mau menerima kebenaran.
Wa qul jaa’al haqqu wa dzahaqalbathil dan katakan kebenaran telah datang dan yang bathil telah lenyap (QS Al Isra : 81)

Mulut orang benar mengucapkan hikmat dan lidahnya mengatakan hukum (mazmur 37:30)
Orang orang yang memusuhi aku besar jumlahnya,banyaklah orang orang yang membenci aku tanpa sebab. Mereka membalas yang jahat kepadaku ganti yang baik, mereka memusuhi aku karena aku mengejar yang baik(Mazmur 38:20-21).

Di negeri ini terjadi hal itu,tanpa bayaran aku sumbangsihkan ilmuku untuk kemaslahatan bersama, aku memberi solusi mengenai kebakaran lahan gambut dinegeri ini.Salah besar negeri ini,namun dibalas dengan kriminalisasi seperti ini. Namun apa kata RABB ku? Lan yudlur nuwkum illaa adzan wa iyyuqaatilukum yuwalukumul adbara ,tsumma laayundlarun (mereka tidak akan membahayakan kamu, kecuali gangguan gangguan kecil saja,dan jika mereka memerangimu niscaya mereka mundur berbalik kebelakang,selanjutnya mereka tidak mendapat pertolongan (QS Ali Imran 3:111). Aku tetap berseru : berilah keadilan kepadaku ya ALLAAH dan perjuangkanlah perkaraku terhadap kaum yang tidak saleh,luputkanlah aku dari orang orang penipu dan orang curang (Mazmur 43:1). Mulutku akan mengucapkan hikmat dan yang direnungkan hatiku adalah pengertian (Mazmur 49:4).
Terimakasih atas waktu dan kesempatan yang diberikan kepada saya untuk menyampaikan pledoi ini. Salam keadilan

Panglima Besar Revolusi Keadilan Alam Semesta Raya
Muhammad Tamim Pardede

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini