Pembatasan Jam Operasional Doly Hanya Isapan Jempol

suasana doly

SURABAYA (suarakawan.com)– Pembatasan jam operasional dilokalisasi Dolly dari jam 9 pagi hingga jam 1 dini hari ternyata hanya isapan jempol saja.

Terbukti dalam pengamatan suarakawan.com, sejak 1 minggu ini jam operasional lokalisasi kembali seperti asalnya yakni hingga pukul 4 dinihari. Dan hal itu sangat kontradiksi dengan ucapan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini beberapa waktu lalu yang berkomitmen akan tetap memberlakukan peraturan tersebut.

Dalam penelusuran suarakawan.com berhasil menemui seorang germo/mucikari yang mengatakan bahwa peraturan tersebut tidak akan efektif kalau masih ada oknum Pemerintah Kota yang “bermain” dilokalisasi ini.

“Kita tiap bulan membayar “upeti” kepada mereka-mereka,” kata Mucikari tersebut, Kamis (23/06).

Rata-rata pihaknya menyisihkan sebagian hasil untuk membayarkan “upeti” kepada oknum-oknum tersebut hingga mencapai jutaan Rupiah.

“Modus mereka yakni ada iuran kebersihan, uang Kondom, Iuran kesehatan,” tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pihak Kecamatan Sawahan memberlakukan pembatasan jam operasional dilokalisasi Dolly dari pukul 9 pagi hingga pukul 1 malam dan pihak Kecamatan Sawahan sudah menindak beberapa wisma dengan dilakukan penutupan sementara operasional.(Jto/nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *