Pembatasan BBM Subsidi Kunci Harga Keekonomian

Tidak ada komentar 15 views

JAKARTA – Potensi terjadinya distorsi atas kebijakan pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang diwacanakan pemerintah selama ini cukup tinggi, meski langkah tersebut dinilai cukup rasional. Penilaian itu disampaikan Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Pri Agung Rakhmanto, di Jakarta, Senin (21/3).

Kebijakan kenaikan harga BBM, kata Pri Agung, dikhawatirkan tidak implementatif dan tidak efektif dalam menyelesaikan masalah saat ini maupun di masa akan datang. Karena kebijakan tersebut hanya bisa mengatasi permasalahan untuk jangka pendek.”Terbukti, setiap kali terjadi lonjakan harga minyak mentah dunia seperti saat ini APBN kembali tertekan penambahan defisit karena membengkaknya subsidi BBM dan subsidi energi lainnya (LPG dan listrik),” kata Pri Agung Rakhmanto, dalam keterangan tertulis yang diterima VIVAnews.com.

Menurutnya, secara prinsip kebijakan itu mengunci persentase harga BBM subsidi atau premium terhadap harga keekonomiannya pada tingkat tertentu dan membiarkannya mengikuti pergerakan harga minyak mentah yang ada.

Jadi, pada saat harga minyak mentah naik, harga BBM yang diberlakukan juga akan naik. Sebaliknya, pada saat harga minyak mentah turun, harga BBM juga akan turun.

“Fluktuasi atau penyesuaian harga BBM yang berlaku dapat dilakukan sekali atau dua kali dalam satu bulan,” ujarnya.

Dalam pandangan Pri Agung, ada tiga hal penting yang menjadi tujuan utama dari diterapkannya kebijakan harga BBM subsidi berfluktuasi ini. Pertama, APBN dapat terbebas dari permasalahan klasik subsidi BBM yang diakibatkan oleh gejolak atau tingginya harga minyak. Kedua, Indonesia sebagai negara produsen minyak dapat mulai menikmati keuntungan ketika harga minyak meningkat atau tinggi.

Ketiga, agar perekonomian negara ini secara keseluruhan (pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat luas) terbiasa dengan harga BBM yang bergerak naik turun, sehingga lebih adaptif terhadap dinamika perekonomian yang terjadi sepanjang waktu. (vi/iza)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Pembatasan BBM Subsidi Kunci Harga Keekonomian"