Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Pembangunan Jalan Berbahan Plastik Dimulai dari Bali

31 Jul 2017 // 06:37 // EKONOMI, HEADLINE

Salah satu jalan tol di tengah kota Bangkok

JIMBARAN (suarakawan.com) – Pemerintah memulai pembangunan jalan raya menggunakan plastik yang dicampur dengan aspal di Jimbaran, Bali, Sabtu, 29 Juli 2017. Deputi bidang Koordinasi SDM, Iptek, dan Budaya Maritim Kemenko Kemaritiman, Safri Burhanuddin, mengatakan teknologi ini bisa diterapkan di seluruh Indonesia.

“Teknologi ini cukup mudah, semua bisa melakukannya,” kata Safri Burhanuddin dalam keterangan tertulisnya, seperti diberitakan Senin (31/7).

Safri menuturkan pihaknya telah bekerja sama dengan Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (Adupi), dalam mengantisipasi kekurangan limbah plastik yang akan digunakan sebagai campuran aspal. “Adupi di 16 kota telah berkomitmen kepada kami untuk sampah plastik di kota-kota itu.”

Teknologi jalan bermaterialkan aspal dan plastik ini ditemukan oleh seorang ilmuwan kimia dari India, Rajagopalan Vasudevan, pada tahun 2015. Hngga kini India telah membangun jalan sepanjang lebih dari 25 ribu kilometer dari aspal berbahan limbah plastik.

Pada Juni lalu, Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Rajagopalan Vasudevan telah menandatangani nota kesepahaman untuk transfer teknologi dan penggunaan hak paten teknologi ini.

Safri berharap ke depannya bukan hanya Kementerian PUPR yang akan mengimplementasikan teknologi ini. “Hingga lingkup pedesaan pun bisa melakukannya dengan memanfaatkan dana desa misalnya,” ujarnya.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembang Kementerian PUPR, Danis Sumadilaga, mengatakan pihaknya sedang melakukan standardisasi teknologi ini. Ia menambahkan pihaknya akan membagikan modul pembangunan jalan bermaterialkan plastik ini kepada pihak yang ingin membangun hal serupa. “Untuk jalan besar atau jalan kecil.”

Menurut Danis pengujian penyusunan modul sedang berjalan. Ia menyatakan menurut hasil penelitian yang dilakukan lembaganya, di Indonesia dibutuhkan 2,5 ton sampah plastik untuk jalan sepanjang satu kilometer dengan lebar tujuh meter.

Danis menjelaskan untuk jalan dengan beban lalu lintas berat dibutuhkan dua lapisan plastik. “Sehingga kebutuhannya bisa mencapai lima ton,” ucapnya.

Danis mengungkapkan proyek jalan bermaterialkan plastik ini yang digunakan di Indonesia adalah sampah kantung plastik, karena sampah plastik botol sudah memiliki nilai ekonomi atau dapat dijual kembali.

Adapun menurut penelitian Balitbang Kementerian PUPR aspal yang menggunakan campuran bahan limbah plastik ini menghasilkan perkerasan jalan yang lebih kuat, lebih tahan lama, dan juga lebih murah.(tc/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini