Pembajakan Sinar Kudus, Pemerintah Tetap Negosiasi

JAKARTA – Pemerintah Indonesia masih mengutamakan negosiasi untuk membebaskan 22 awak kapal MV Sinar Kudus yang disandera perompak Somalia. Namun pemerintah tidak menutup kemungkinan untuk memakai cara-cara lain, termasuk operasi militer.

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto mengatakan pemerintah masih mencoba cara-cara yang lebih menjamin keselamatan awak Sinar Kudus. “Tidak perlu khawatir pemerintah lepas tangan,” kata Djoko dalam jumpa pers di kantor Presiden, Senin (11/4) kemarin.

Untuk diketahui, perompak Somalia membajak Sinar Kudus di Semenanjung Arab pada 16 Maret lalu. Kapal milik PT Samudera Indonesia itu dibajak saat dalam perjalanan dari Pomalaa, Sulawesi Tenggara, menuju Rotterdam, Belanda. Bersama semua awaknya, kapal bermuatan nikel senilai Rp 1,4 triliun itu kini ditawan di Pantai Eil, Somalia.

Dalam dua hari terakhir, menurut Djoko, tebusan yang diminta pembajak terus berubah. Pembajak awalnya meminta tebusan sebesar US$ 2,6 juta. Karena tak ditanggapi, permintaan tebusan berubah terus. Wakil Direktur Utama PT Samudra Indonesia Tbk, David Batubara, membenarkan berubah-ubahnya tuntutan perompak itu.

Djoko menambahkan, pemerintah Indonesia tidak mematok jangka waktu dalam bernegosiasi. “Kalau terburu-buru, justru bisa membahayakan para awak.”

Sementara itu, Panglima Tentara Nasional Indonesia Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan semua opsi, termasuk operasi militer, masih terbuka untuk dilakukan. “Tapi keselamatan jiwa paling diutamakan,” kata Agus kemarin.

Pemerintah Indonesia, menurut Agus, sebenarnya sudah mendapat tawaran dari India untuk melakukan operasi penyelamatan bersama. Tapi, “Kami memandang tindakan semacam itu belum perlu.”(ANT-TI/iza)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Pembajakan Sinar Kudus, Pemerintah Tetap Negosiasi"