Pengadaan Converter Angkot Oleh Dishub Juga Tak Beres ?

angkot di surabaya

SURABAYA (suarakawan.com) – Kembali Dinas Perhubungan Kota surabaya digoyang dengan isu tak sedap. Setelah sebelumnya menyeruak di beberapa media tentang  kasus dugaan  korupsi  pembayaran sewa dan restribusi tempat sarana umum (Ponten) di Terminal Bungurasih oleh  Kepala Dishub Surabaya, Eddy yang kini ditangai Polrestabes Surabaya

Kali ini, muncul dugaan adanya mark up pengadaan Converter/cabilator gasnya terhadap program peremajaan angkot (angkutan kota) Surabaya dalam APBD tahun 2011 di pos anggaran Dinas Perhubungan Kota Surabaya.

Menurut sumber suarakawan.com, data yang dimiliki sumber tersebut , sebanyak 400 unit angkot/lyn di Surabaya akan diganti konventernya. Tetapi dalam penelusurannya ternyata ditemukan hanya sekitar 20% dari jumlah 400 tersebut.

“Data lapangan yang saya temukan hanya sekitar 80 unit saja,” kata sumber tersebut kepada suarakawan.com.

Dan, lanjut sumber, harga conventer tersebut adalah sekitar Rp 15 juta per unitnya berdasarkan speksifikasi dari Dishub Kota Surabaya.

Sementara itu, data yang diperoleh suarakawan.com lewat penelusuran selama 1 minggu ditemukan banyak kejanggalan seperti anggaran yang digedok DPRD Kota Surabaya sekitar Rp 5,4 miliar dan harga di beberapa toko onderdil di kawasan Kedungdoro, Surabaya harganya converter yang sesuai dengan Speksifikasi yang sama dengan Dishub Kota Surabaya berkisar Rp 12 juta. (Jto/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Pengadaan Converter Angkot Oleh Dishub Juga Tak Beres ?"