Pemain Persebaya Divisi Utama Kembali Ngelurug DPRD Surabaya

pemain persebaya divisi utama yang “wadul” ke Komisi A DPRD Surabaya

SURABAYA (suarakawan.com) – “Saya sudah dua bulan ini tidak punya tinggal tetap. Saya pindah dari satu rumah ke rumah sahabat yang lain. Saya mohon kebijakan bapak bapak agar kami bisa gajian dan pulang ke rumah,” ungkap Charles dengan nada tersendat-sendat, Senin (04/07).

Hal tersebut diungkapkan Charles, salah satu pemain Persebaya Divisi Utama asal Kamerun di hadapan Komisi A DPRD Surabaya. Selain Charles, ikut pula pemain lainnya seperti Kuncoro, M. Kusen, Amir, Redi, Agusmanto, Uda, Imam, Kamara, Topok, Joni, Kaimu dan Gansar, salah satu pengurus Persebaya.

Sementara itu, Gansar menyatakan bahwa dirinya sebagai pengurus meminta agar Wisnu wardhana bersikap jantan sebagai Manajer Persebaya jika memang tidak sanggup lagi memenuhi tanggung jawabnya yaitu memberikan gaji kepada pemain Persebaya Divisi Utama.

“Pemain sudah lima bulan tak menerima gaji, Jika Wisnu jantan dan menyerah angkat tangan tak mampu memberikan gaji pemain, maka kami akan mencari sponsor lain,” papar Gansar dengan nada tinggi.

Gansar juga menyebutkan bahwa sesuai dengan surat perjanjian diatas meterai, Wisnu wardhana sebagai Manajer Persebaya berjanji akan membayar gaji pemain secara 50-50 dengan Sigit  jika dana APBD tidak bisa dicairkan untuk membayar gaji pemain.(nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *