Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Peluncuran Buku “Putih” La Nyalla Tak Terkait Pilkada Jatim 2018

15 May 2017 // 16:32 // DAERAH, HEADLINE, PERISTIWA

20170515_111725

SURABAYA (suarakawan.com) – Launching buku tentang La Nyalla Mattalitti mengundang pertanyaan publik, apakah Ketua Kadin Jatim tersebut akan running di Pilkada Jatim 2018. Pasalnya, nama La Nyalla sering disebut-sebut maju di Pilkada Jatim, setelah belakangan sering mengunjungi Pondok Pesantren di Jatim.

Menanggapi tudingan tersebut, Koordinator Netizen La Nyalla, Rohman Amrullah mengaku bukan kali ini saja peluncuran buku Nyalla dikaitkan dengan pencalonan di Pilgub Jatim. Pada 2008, La Nyalla sudah terbitkan buku hitam putih. Buku ini, mengulas kehidupan La Nyalla.

“Jadi, tidak ada Pilkada Jatim pun Nyalla tetap mengeluarkan buku. Buku ini tak semata-mata agar Nyalla dikenal sebagai pembelaan atas pemberitaan buruk di media,” ujarnya dalam launching buku La Nyalla.

Situasi sekarang ini, menurutnya, tidak sehat. Politik saling sandera. Untuk itu, sebagai pengelola Nitizen La Nyalla mendorong, kepentingan mempertahankan kebhinnekaan. “Meski nama La Nyalla sempat terkuyo-kuyo, karena sengketa kasus hukumnya sebagai ketua Kadin,” cetusnya.

Ke depan, lanjutnya, Jatim butuh pemimpin yang tegas, melindungi rakyat dan membela kepentingan masyarakat bawah. Tak hanya mengakomodir kepentingan partai saja.

“Kepentingan Jatim kedepan, harus diisi tokoh yang mempunyai kemampuan dan jiwa pemimpin. Ini dimiliki La Nyalla. Persoalan kasus dan masalah yang dihadapi, bisa diselesaikan secara baik. Ini bisa menjadi contoh bagi yang lain,” paparnya.

Sekretaris Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Jatim, Agus Muslim membenarkan. Saat ini, La Nyalla berupaya untuk keluar dari politik sandera. “Pak Nyalla ingin keluar dari bungkusan yang membuat dia menjadi tersandera,” ucapnya.

Menurutnya, politik saling sandera membuat kondisi Indonesia dirundung kehancuran. Untuk itu, bagaimana menata komunikasi pada semua unsur yang dominan di Jatim. “Salah satunya di basis pesantren Pak Nyalla berupaya mengkomunikasikan,” tegasnya.

Karena itu, jika dikaitkan dengan running Pilgub Jatim, Agus Muslim menyebut terlalu sempit. Demikian pula dengan kunjungan Nyalla ke pesantren. “Pak Nyalla sudah sering berkunjung pesantren dan tak ada kaitannya dengan Pilgub,” tandasnya. (Bng/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini