Pelaku Pengubur Bayi : Malu Karena Berstatus Pelajar

SURABAYA (suarakawan.com) – Tertangkapnyan pelaku pembuangan bayi berumur 6 bulan, menyisahkan penyesalan kedua pelaku, Teddy Ismail (22), satpam perumahan Galaxi Bumi Permai tinggal di Jl. Pacar Keling dan Marini (17), pelajar SMK kelas III asal NTT yang di Surabaya mengikuti tantenya di Taman Pondok Indah.

Berdasarkan informasi yang digali suarakawan.com bahwa mereka mengaku terpaksa membuang bayinya lantaran malu dan takut terhadap orang tuanya mengingat dirinya belum menikah dan masih pelajar. Akhirnya keduanya nekat menggugurkan kandungan dengan menenggak 6 butir pil.

Setelah berhasil, bayi berjenis kelamin laki-laki itu kemudian dibuang oleh Teddy ke pos satpam di Klampis Asri Blok F-2 dan menguburkannya. Namun perbuatan mereka akhirnya terkuak setelah dua ekor anjing milik Sudjono, warga setempat berhasil mengendusnya kuburannya. kemudian membongkar dan memakannya.

Perbuatan anjing ini kemudian diketahui oleh satpam Sudjono yang selanjutnya dilaporkan ke Polsek Sukolilo. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi dan dicurigai Teddy adalah pelakunya. Setelah melakukan serangkain pemeriksaan, Teddy mengakui perbuatannya bahwa bayi itu adalah hasil hubungan gelapnya bersama Marini, yang akhirnya ditangkap polisi di Wiyung.

Keduanya menjalin cinta berawal perkenalan di sebuah tempat di kawasan Jl. Tambaksari. Dari sini, hubungan kedua semakin lengket. Hingga ke dua pelaku melakukan hubungan layaknya suami istri sehingga menyebabkan Marini hamil.

Saat dikonfirmasi Kapolsek Sukolilo, Kompol Hendria Lesmana melalui telepon selulernya mengatakan bahwa besok saja (hari ini) akan direlease oleh Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Tri Marianto. “Besok saja mas direlease,” jelasnya. (sk/jto)

 

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Pelaku Pengubur Bayi : Malu Karena Berstatus Pelajar"