Pelaku Curanmor Ditembus Peluru Di Kaki Kirinya

SURABAYA (suarakawan.com) – Seorang komplotan bandit curanmor yang biasa mengacak – acak wilayah hukum Polsek Gubeng, berjalan terseok – seok sehingga petugas terpaksa membantu menuntutnya.

Maklum kaki kiri terpaksa ditembak petugas setelah anggota reskrim Polsek Kenjeran, karena berusaha kabur ketika akan dibekuk dengan cara menceburkan diri ke tambak – tambak yang terletak dibawa Jembatan Suramadu.

Pelaku adalah Holil Pribadi (46), warga Ds. Kranggan Barat, Tanah Merah Bangkalan. Selain dia, polisi juga mengamankan barang bukti (BB) hasil curiannya yaitu Suzuki Satri FU dengan nopol L – 393 BS milik korban, Moch. Ardika (19), mahasiswa Unair asal Perum Deltasari Indah Blok BB.

“Untuk sementara pelaku mengaku baru pertama kali ini melakukan aksinya namun kami masih mengembangkan kasusnya karena ditenggarai lebih dari sekali,” jelas AKP Yudo B Hariyono, Rabu (30/5) kemarin.

Yudo menambahkan mulai sekarang Jembatan Suramadu, setiap hari dijaga anggota reskrim. Dan ini merupakan intruksi langaung Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Tri Mariyanto. Ini mengingat Jembatan itu kerap kali menjadi alternatif pelaku curanmor untuk transaksi motor hasil curian atau pelaku usai mencuri kabur lewat jembatan yang menghububgkan Surabaya – Madura tersebut.

Sebelum tertangkap pelaku beraksi di Jl. Mojo Gg. III Melati siang. Berbekal kunci T ia berhasil membandrek kunci stir lalu kabur ke arah Suramadu.

Anggota Polsek Kenjeran yang mendapatkan laporan langsung menyanggongnya di depan pintu masuk Tol Suramadu. Tidak lama kemudian, Holil melintas di lokasi malamnya. Karena dijaga polisi, Holil kembali dan menunggunya di warung kopi bawa jembatan.

Pengakuan Holil bahwa dirinya hendak menyeberang ke arah Suramadu, untuk menjual motor ke seorang penadah di Madura. “Karena Suramadu dijaga polisi daripada tertangkap saya menunggu di warung tetapi polisi tahu juga sehingga saya tertangkap,” akunya. (sk/jto)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Pelaku Curanmor Ditembus Peluru Di Kaki Kirinya"