Pelaku Anak Dibawa Umur Tidak Harus Ditahan

SURABAYA (suarakawan.com) – Tiga institusi melakukan nota kesepakatan tentang penanganan perlindungan anak yang terlibat dalan tindak kriminal diantaranya Polsek Gubeng, Dinas Sosial Pemkot Surabaya dan Lembaga Perlindungan anak (LPA) Surabaya di Mapolsek Gubeng, Kamis (9/2) kemarin

Mereka sepakat menyerahkan pelaku pencurian HP, Busindo alias Adi (15), warga Jl. Bulak Setro, kepada Dinas Sosial. “Dia tidak dilepas melainkan direhabilitasi untuk di sekolahkan oleh Dinas Sosial,” jelas Kompol Alfian Nurrizal, di sela-sela penandatanganan.

Penyerahan tersangka dihadapan tiga Institusi yakni Dinas Sosial yang di wakili Drs. Eko Hariyanto, MM, dan LPA yang diwakili Edward Dewaruci, SH., MM. Serta tokoh masyarakat. Orang tua Busindo, Ny. Citra dan korban Santi Kumalasari (20), yang berstatus sebagai perawat RSUD dr Soetomo. Serta penyerahan barang bukti (BB) HP yang dicuri diserahkan oleh tersangka kepada korban.

Dan nota ini sesuai dengan Perda No. 6 Tahun 2012 yang baru digedok dua hari lalu tentang penyelenggaraan perlindungan anak bagaimana pemerintah melayani masyarakat semisal anak jalanan. Sedangkan pihak Polsek Gubeng, lanjut Alfian, mempunyai kriteria sendiri untuk menyerahkan pelaku anak dibawa umur yakni tergantung tingkat tindak kejahatan yang dilakukan semisal curanmor, perampasan. “Untuk jenis kasus itu, polisi tidak akan melepaskannya begitu saja,” jelas perwira dengan pangkat tiga balok dipundak ini.

Sementara Ketua Divisi Advokasi, Edward Dewaruci, SH., MM mengatakan Jika anak dibiarkan masuk penjara, mereka akan bergaul dengan pelaku tindak kejahatan lainya. Jika yang terjadi seperti itu, maka akan menyakitkan bagi anak dan akan timbul persoalan baru dipikirannya yang membuat si anak berani bertindak kejahatan lebih buruk lagi. ” Ini yang menjadi tugas dari warga negara Indonesia khususnya pemerintahan untuk mengentas pelaku anak dibawa umur agar bisa dididik,” jelasnya.

Menyelesaikan perkara tidak harus diselesaikan dengan hukum melainkan bisa secara kekeluargaan. Mungkin penanganan ini bisa menjadi contoh awal dari Polsek-polsek lain dalam menyelesaikan masalah anak. Sebelumnya Busindo telah melakukan pencurian HP saat bermain ke tempat kerja korban. Kebetulan, ia melihat HP yang sedang dichas diatas meja tanpa dijaga, langsung diembat pelaku. (sk/jto)

 

 

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Pelaku Anak Dibawa Umur Tidak Harus Ditahan"