Pelabuhan Hortikultura di Jatim Terancam Gagal

SURABAYA (suarakawan.com) – Pelabuhan Tanjung Perak menjadi pintu masuk impor Hortikultura di Surabaya terancam tidak terealisasi.

“Saat ini pihaknya masih mengkaji Masih kita cari solusi terbaik. Dikarenakan Jatim Provinsi produsen hortikultura di tingkat nasional,” Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi, saat sidak pencegahan penangkapan pakaian bekas di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur I, Rabu (22/02).

Dikatakannya, selain Pelabuhan Tanjung Perak, ada tiga tempat yang boleh melakukan impor Hortikultura yakni Bandara Cengkareng, Jakarta untuk jalur Udara. Kemudian di Pelabuhan Belawan Medan dan Pelabuhan Makasar. Sedangkan, untuk Tanjung Perak masih dalam kajian. “Tempat-tempat tersebut merupakan data yang dihimpun dari Kementrian Pertanian. Karena Jawa Timur keberatan maka akan kami carikan solusi terbaik,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah bulan Maret ini akan terealisasi pembangunan terminal Impor Hortikultura, mantan Wakil Menteri Pertanian ini mengaku belum ada rencana. “Nggak ada pembangnan Terminal Hortikultura, belum ada rencana,” terangnya

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifulloh Yusuf meminta pembangunan terminal impor sebaiknya dipindahkan ke pelabuhan lain di daerah yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi daerah itu.

Terlebih lagi, hasil komoditi Hortikultura lokal di Jawa Timur sedikitnya memberikan kontribusi 30 persen kebutuhan sayur mayur di Indonesia. Pemprov Jatim sendiri sudah melayangkan surat kepada presiden untuk meninjau ulang surat keputusan menteri pertanian terkait rencana pembangunan terminal Holtikultura impor agar Jawa Timur itu. (aca/jto)

keterangan Foto : Wamendag saat menunjukkan tangkapan bea cukai Jatim I tanjung Perak di Balai Karantina Kalianak 57 Surabaya, (aca)

 

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Pelabuhan Hortikultura di Jatim Terancam Gagal"