Pekan Depan Nunun Duduk di Kursi Pesakitan

JAKARTA (suarakawan.com) – Berkas perkara tersangka kasus suap cek pelawat kepada Anggota DPR periode 1999-2004 terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia sudah rampung di tahap penuntutan. Siang tadi berkasnya sudah dilimpkahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Selatan.

“Hari ini berkas penuntutan NN udah selesai, dan siang tadi diserahkan ke pengadilan negeri untuk segera disidangkan,” kata Juru Bicara KPK, di kantornya Jakarta Selatan, Kamis (23/02)

Johan menambahkan, Istri dari Mantan Wakapolri Adang Dardjatun itu pekan depan depan sudah duduk di kursi pesakitan. Namun menurut Johan jadwal pastinya ada di tangan PN Tipikor. “Kemungkinan pekan depan sudah ada sidang perdana. Tentu jdwl persidangan di PN Tipikor,” tandas Johan.

Sekadar diketahui Nunun diduga KPK menjadi perantara dalam aliran 480 lembar cek pelawat yang dipakai sebagai suap ke puluhan anggota Komisi IX DPR periode 1999-2004 saat pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI) di DPR pada 2004, yang dimenangkan oleh Miranda Swaray Goeltom. Lebih tiga tahun kasus ini ditangani, namun KPK belum mampu mengungkap aktor intelektual maupun penyandangan dana 480 lembar cek pelawat senilai Rp 24 miliar tersebut. (mad/jto)

Keterangan Foto: Nunun (Tengah) Ketika Diperiksa KPK.(dok)

 

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Pekan Depan Nunun Duduk di Kursi Pesakitan"