Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Peduli Warisan Budaya, Miracle Luncurkan Seragam Batik

13 Oct 2017 // 10:09 // FASHION, KECANTIKAN
Embran Nawawi bersama Presdir Miracle Aesthetic Clinic, dr. Lanny Juniarti, Dipl. AAAM.

Embran Nawawi bersama Presdir Miracle Aesthetic Clinic, dr. Lanny Juniarti, Dipl. AAAM.

SURABAYA (suarakawan.com) – Setiap tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional. Batik semakin dicintai oleh masyarakat Indonesia dan makin banyak pihak yang menggunakan unsur batik sebagai identitas atau ciri khasnya.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap warisan budaya batik, Miracle Aesthetic Clinic meluncurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk “Dari Ufuk Sinar Klampar Peduliku Pedulimu”.

Dalam program tersebut, Miracle menggandeng Fashion Conceptor ternama, Embran Nawawi dan bekerjasama dengan pengrajin batik di Kampung Klampar, Pamekasan, Madura.

“Kebetulan pada tahun ini, kami meluncurkan seragam baru dengan corak batik. Setelah melalui berbagai survei di beberapa tempat, akhirnya kami menemukan suatu komunitas masyarakat di Madura yang memiliki jiwa seni tinggi dalam mengolah batik. Sayangnya, selama beberapa tahun ini kurang berkembang, karena sepi peminat, sehingga membuat para perajinnya beralih ke profesi petani, buruh, pedagang dan peternak,” ujar dr. Lanny Juniarti, Dipl. AAAM, pendiri dan Presdir Miracle Aesthetic Clinic Group, Kamis (12/10).

IMG_20171012_151753

Tidak hanya desain seragam yang cantik dan indah, lanjut dr.Lanny, tetapi filosofi batik di baliknya juga sangat menarik dan bermakna bagi Miracle. Logo Miracle yang berbentuk daun dengan siluet wajah dan berwarna hijau mempunyai makna komitmen Miracle untuk terus tumbuh dan berkembang daIam memberikan solusi terbaik perawatan wajah untuk para pelanggan, ternyata memiliki kesamaan makna dengan filosofi batik Madura yang kebanyakan berwarna cerah dan bermotif flora.

Embran sukses mengeksplor batik Madura ini untuk menjadikannya desain seragam batik terbaru Miracle yang akan segera digunakan di 19 cabang Miracle se-Indonesia.

“Batik cap di Kampung Klampar. Pamekasan, Madura, adaIah sebuah teknik sederhana yang banyak digunakan oleh para pengrajin lokal, yang biasa disebut dengan batik santio. Pembuatan batik ini biasa dikerjakan oleh masyarakat lokal untuk mengisi waktu luang masa menunggu masa panen di Pamekasan, Madura,” ungkap Embran, saat dijumpai dalam kesempatan yang sama.

“Desain seragam ini memiliki pola pucuk-pucuk daun yang disusun menjadi pola baru berbentuk bintang dengan enam sisi, yang melambangkan kesegaran, kecantikan, kedewasaan, serta harapan, kekuatan dan ketangguhan Miracle untuk selalu berjaya dan bersinar di tengah maraknya bisnis klinik kecantikan di Indonesia,” lanjut Embran.

Seragam batik tersebut, kata Embran, dikerjakan oleh 60 perajin yang dapat memberikan penghasilan bagi mereka. Berbeda dengan di Jawa, 90% perajin batik di Klampar adalah laki-laki. Menurut Embran, banyak perajin rumahan yang tutup, karena kurang pesanan, sehingga banyak yang beralih ke profesi lain.

“Pembuatan seragam tersebut diharapkan dapat mendorong para perajin di sana bergairah kembali menggeluti batik, termasuk anak mudanya,” ujar Embran yang lulusan desain tekstil. (ris/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini