Pedagang Pasar Turi Mati-Matian, Pemkot Mainan

Tidak ada komentar 12 views

demo pedagang pasar turi

SURABAYA (suarakawan.com) – Memperingati 4 tahun terbakarnya pasar Turi Surabaya, sekitar 100 pedagang pasar turi melakukan aksi unjuk rasa di persimpangan jalan Tembaan dan Jalan Dupak Surabaya. Akibat aksi ini kondisi lalu lintas menjadi macet, apalagi aksi dilakukan di persimpangan pasar turi dan PGS yang saat itu banyak pengunjung.

Dalam aksinya, pedagang melakukan orasi bergantian dan membawa poster atau spanduk yang bertuliskan. diantaranya; “Pasar Turi Tidak Mati”, “Pedagang butuh pembangunan pasar turi bukan butuh janji gombal”

Yang menarik, pedagang mengenakan kaos hitam berukuran panjang 20 meter dan membagikan bunga sebagai bentuk duka karena pasar turi hingga saat ini belum juga dibangun kembali.

Menurut Arif Budiman, Ketua Tim Pemulihan Pasca Kebakaran Pasar Turi ada beberapa item yang diinginkan pedagang:
1.Meminta kepada Pemkot Surabaya untuk segera menyelesaikan problem hukum dan administratif yang menjadi penghambat pembangunan pasar Turi.
2. Mempercepat Jadwal penyelesaian pembangunan gedung pasar turi baru.
3. Memperhatikan hak-hak pedagang lama dalam proses pemulihan pasar turi.
4. Mengharapkan kehadiran Ibu Walikota untuk melakukan dialog dengan pedagang guna menemukan solusi yang paling cepat.

“Selama ini pedagang sudah bangkrut dan mati matian mempertahankan pasar turi agar tidak mati. Tapi pemkot malah main-main sendiri.” terang Arif Budiman, Jumat (22/07).

Diketahui aksi akan dilakukan 3 hari terakhir puncaknya bertepatan dengan tragedi kebakaran pasar turi, tanggal 26 Juli. Pedagang akan melakukan longmarch dari pasar turi sampai gedung grahadi.(bs/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Pedagang Pasar Turi Mati-Matian, Pemkot Mainan"