Pedagang Pasar Petekan Emoh Pindah Ke PIA

1 komentar 8 views

sosialisasi pasar petekan

SURABAYA (suarakawan.com) – Hari Rabu (20/07) ini pemkot Surabaya melakukan sosialiasi di pasar buah petekan Surabaya tentang relokasi pasar buah petekan surabaya.

Namun pedagang Pasar Buah Petekan menolak keras rencana relokasi yang diminta Pemerintah Kota Surabaya agar mau pindah ke Pasar Induk Osowilangun (PIOS) atau Pasar Induk Agrowisata (PIA) Jemundo.

“Kami keberatan pindah dan tetap tidak akan mau kalau alternatifnya harus ke PIOS atau PIA. Kami sudah lama berdagang disini dan khawatir tidak laku dan ditinggal pelanggan. Apalagi pasar alternatif sangat jauh letaknya,” ujar Wakil Koordinator Pasar Petekan, H. Djunaedi ketika ditemui di sela dialog aparat Muspida dengan pedagang di Pasar Petekan, Jalan Petekan, Surabaya.

Ia mengaku, mayoritas para pedagang yang tinggal di pasar yang letaknya tepat di jembatan bersejarah Petekan tersebut sudah turun-temurun dan sudah lebih dari 60 tahun menempatinya.

Di samping itu, kata Djunaedi, pihaknya menganggap bahwa lokasi pasar bukan merupakan jalan umum dan tidak mau disebut pedagang kaki lima (PKL).

“Minimal kalau diminta relokasi, jangan pindah jauh-jauh. Kami akan mempertimbangkannya lagi kalau ditempatan di tempat yang dekat dengan Petekan, atau masih berada di kawasan Tanjung Perak,” papar Djunaedi.
Dalam dialog tersebut situasi sempat memanas karena pedagang yang mayoritas warga asal Madura itu tetap menolak adanya rencana relokasi. Beruntung polisi mampu meredakan emosi dengan melempar kalimat-kalimat lucu menggunakan Bahasa Madura yang memang dikuasainya.

Tidak hanya itu saja, ratusan personel Satpol PP Pemkot Surabaya dikerahkan untuk mengantisipasi keamanan. Kasat Pol PP Surabaya Arief Budiarto juga hadir. Puluhan anggota kepolisian dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak, aparat TNI dan petugas keamanan Pelindo III juga berjaga-jaga di lokasi.

Menurut Camat Pabean Cantikan Achmad Widiantoro, relokasi para pedagang ke PIOS dan PIA Jemundo dianggap langkah yang tepat. Terlebih lokasi yang ditempati para pedagang merupakan tanah negara yang dikelola PT Pelindo III untuk selanjutnya direvitalisasi menjadi pelabuhan.

“Program Pemkot Surabaya ingin merevitalisasi bangunan di pinggir Sungai Kalimas menjadi lebih baik. Tujuannya untuk memajukan wisata, khususnya wisata air. Kami harap pedagang mau mengerti, apalagi tanah ini milik negara,” katanya.

Terkait permintaan pedagang yang enggan direlokasi ke PIOS ataupun PIA Jemundo, Achmad Widiantoro mengaku tidak memiliki wewenang untuk menjawabnya. Ia menyerahkan sepenuhnya hasil dialog dengan warga kepada pemerintah kota.

Sementara itu, Perwakilan PT Pelindo III Sumarmo mengatakan, sosialisasi tersebut digelar untuk memberitahukan kepada pedagang karena lokasi Pasar Petekan akan direvitalisasi menjadi pelabuhan.

“Kami tidak mengusir kok, tapi meminta kepada pedagang untuk relokasi karena Pelindo III dan Pemkot Surabaya berencana merevitalisasi kawasan ini menjadi lebih baik,” katanya. (Bs/nas)

Satu Respon

Tinggalkan pesan "Pedagang Pasar Petekan Emoh Pindah Ke PIA"