Pedagang Ampel Belum “Panen”

Tidak ada komentar 8 views

suasana disekitar makan sunan ampel

SURABAYA (suarakawan.com) – Meski sudah memasuki bulan ramadhan, namun keuntungan yang diperoleh penjual tasbih dan kopiah di kawasan religi Sunan Ampel Surabaya belum mendapatkan keuntungan yang signifikan.

Seperti yang dikatakan oleh Thamrin, salah satu penjual perlengkapan sholat di kawasan Sunan Ampel. Menurutnya jika bulan puasa kali ini dibandingkan hari-hari biasa, omset yang diterima sudah ada peningkatan.
Namun, peningkatan itu belum sesuai target yang diinginkan.
Jika hari biasa, paling tidak dirinya bisa menjual sampai 20 tasbih. Namun kali ini bisa mencapai 50 tasbih perharinya.

“Kalau laku lakunya itu seperti tahun tahun sebelumnya, biasanya pas malam ganjil, Mas. Sehari bisa sampai 100 tasbih. Itu pemasukan bisa sampai 1 juta perhari. Tapi ini sudah termasuk penjualan kopiah, mukenah dan lainnya,” terang Thamrin, Sabtu (06/08).

Hal ini menurut Thamrin, setiap malam ganjil di saat bulan puasa, masjid Ampel selalu dipadati pengunjung.

Tasbih yang ia jual memang bermacam harga tergantung motif tasbih yang dibuat. Tasbih dengan bentuk yang sederhana bisa dijual seharga Rp5 ribu. Selebihnya ada harga yang diatas itu, tergantung bentuk dan kombinasi lainnya.

Selain tasbih, keuntungan lain juga didapat dari penjualan sarung, mukena, kopiah dengan aneka bentuk serta minyak wangi. Untuk menyetok
jenis dagangan tasbih, Thamrin mengaku ada pemasok yang rutin mengirim.

Sementara untuk penjual kurma, untuk saat ini justru tidak ada peningkatan penjualan. Imron, salah satu penjual kurma mengatakan, kurma laris terjual justru seminggu sebelum bulan puasa. Selebihnya bisa laris terjual ketika 10 hari terakhir bulan ramadhan. (Bs/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Pedagang Ampel Belum “Panen”"