Pecel Gendong Khas Tugu Monas

Tidak ada komentar 17 views

JAKARTA – Seperti biasa hari libur, warga Jakarta dan sekitarnya berolahraga di sekitar Tugu Monas, dengan lari-lari kecil sambil mengenolkan pikiran ruwet yang masih singgah di kepala. Badan sehat dan pikiran yang tenang adalah nilai mahal untuk warga ibu kota. Mengapa? tekanan rutinitas yang tinggi mungkin salah satu penyebabnya.

Sehabis olahraga, kegiatan berikutnya adalah mencari makanan. Belanja di pinggiran sepertinya membawa kenikmatan tersendiri. Selain harga murah, juga belum tentu ada di mal atau supermarket. Para pedagangpun dengan senang melayani pembeli.

Sebut saja namanya Ibu Endang, usianya sudah tidak muda lagi. Kerut di wajahnya sekilas menggambarkan betapa kerasnya hidup yang beliau jalani.

Diusianya yang paruh baya, Ibu Endang tidak seperti ibu-ibu yang lain. Kalau ibu-ibu yang lain menikmati harinya di rumah, dihibur cucu, dirawat anak dan menantu, namun tidak demikian dengan Ibu Endang. Beliau habiskan waktu di jalan untuk berjualan nasi pecel.

Di pelataran Tugu Monas, ibu dua anak ini terlihat telaten melayani pembelinya saat meracik sayur dan bumbu pecel. Ramah tamah warga asli Indramayu Jawa Barat ini menjadikan cerminan bahwa ibu Endang merupakan sosok yang baik. Jadi tak heran, jika pembeli pecel gendong Ibu Endang sangat banyak.

“Hanya hari Minggu doang mas jualan di Tugu Monas. Kalau hari-hari biasanya berjualan di komdak Jakarta”, ungkap Ibu Endang saat ditemui suarakawan.com di pelataran Tugu Monas, Jakarta, Minggu (3/4).

Sejak 5 tahun lalu bersama dua orang putranya, Ibu Endang memberanikan diri meninggalkan kampung halaman untuk menghidupi keluarganya.

Ia mengaku, setiap pukul 05.00 WIB pagi harus berburu sayur-sayuran di Pasar Pintu Air Petamburan, Jakarta Pusat.

Empat jam kemudian Ibu Endang meninggalkan rumahnya yang tidak jauh dari lokasi pasar, untuk berjualan di Komdak Jakarta Selatan dengan menumpang metro mini.

Dalam hati kecilnya, tiba-tiba Ibu Endang mengungkapkan bahwa ia ingin memiliki tempat untuk berjualan, sehingga tidak perlu berkeliling.

“Kami mencari rejeki dan nafkah ini untuk hidup mas, tapi kami tidak diberi tempat bersama-sama penjual kaki lima”, ungkap Ibu Endang. (iza)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Pecel Gendong Khas Tugu Monas"