PDI Perjuangan Tepis Klaim Pemerintah

Tidak ada komentar 13 views

JAKARTA (suarakawan.com) – PDI Perjuangan menepis klaim Pemerintah yangtetap ngotot membangun opini bahwa subsidi BBM tak tepat sasaran sehingga harga BBM perlu dinaikkan. Partai Mocong putih itu mengaskan bahwa subsidi BBM bukanlah yang menyebabkan jebolnya anggaran negara setiap tahun

Menurut Kepala Kelompok Fraksi VIII PDI Perjuangan, Daryatmo Mardianto, menjelaskan bahwa subsidi untuk rakyat sebenarnya sudah menurun jauh sejak APBN tahun 2005 lalu.

Tahun 2005, subsidi BBM kepada masyarakat sebesar 18.8 persen dari total APBN, sementara di APBN 2012 hanyalah 8,7 persen dari total anggaran sebesar Rp1.418,498 trilliun. Nilainya sebesar Rp123,60 trilliun, yang bahkan lebih kecil dari pembayaran bunga utang negara yang besarnya Rp 123,072 triliun.

“Jadi kalau dikatakan subsidi adalah dosa, itu adalah tidak benar. Karena subsidi selama ini menurun dan tak menjebol anggaran negara,” ujarnya dalam jumpa pers di ruang fraksi PDI perjuangan di gedung DPR, Rabu (29/02)

Daryatmo mengatakan justru yang paling besar menjebol anggaran negara adalah belanja birokrasi untuk gaji pegawai dan operasional aparat pemerintah yang besarnya mencapai 51,4 persen dari total anggaran.

“Selama 2005-2012 angkanya sudah jelas. Belanja birokrasi itu bahkan jauh lebih besar dari belanja barang dan belanja modal pemerintah.Jadi salah besar kalau pemerintah mengatakan subsidi BBM itu salah sasaran, karena data sah menunjukkan subsidi BBM memang dinikmati masyarakat menengah ke bawah,” demikian Daryatmo.(pra/jto)

 

Tag:
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "PDI Perjuangan Tepis Klaim Pemerintah"