PD Dorong Andi Nurpati Kooperatif Masalah Kursi ‘Haram’ di DPR

andi nurpati

JAKARTA (suarakawan.com)-Komisi II DPR RI membentuk panitia kerja (Panja) untuk mengusut dugaan pemalsuan dokumen MK. Panja berencana memanggil mantan anggota KPU, Andi Nurpati. Pengurus Partai Demokrat ini telah dilaporkan Ketua MK kepada polisi terkait pemalsuan dokumen MK.

Ketua DPP Partai Demokrat, Sutan Bathoegana mengimbau agar Andi Nurpati memenuhi panggilan panja jika diminta.

“Kita dorong itu.  Wujud warga negara yang baik, siap tak siap harus hadir,”ujar Sutan kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (15/6/2011).

Ia mengharapkan kadernya memberikan informasi sejelas mungkin. Sutan mengatakan, tentu akan bersedia memberikan informasi yang diperlukan. Meskipun demikian dirinya tidak yakin dengan adanya kursi ‘haram’ di DPR. Ia berpendapat lebih penting selalu berpikiran positif.

“Saya tidak mau berburuk sangka. Nanti akhirnya buruk juga nasib kita,”kata Sutan.

Seperti diketahui sebelumnya Komisi II telah sepakat membentuk Panja terkait dugaan pemalsuan dokumen MK. Panja berencana meminta keterangan beberapa pihak yang terkait dengan dugaan tersebut, terutama Andi Nurpati mantan komisioner KPU yang kini menjadi pengurus Partai Demokrat.

“Beberapa pihak di MK ada Hasan (staf MK) dan di KPU tentu Ibu Andi Nurpati. Banyaklah yang akan dipanggil termasuk Pak Mahfud (Ketua MK) juga,” kata Wakil Ketua Komisi II, Ganjar Pranowo.(SDH/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "PD Dorong Andi Nurpati Kooperatif Masalah Kursi ‘Haram’ di DPR"