Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Patrialis Akbar Dieksekusi ke Lapas Sukamiskin

18 Sep 2017 // 19:51 // HEADLINE, HUKUM, HUKUM & KRIMINALITAS

067704600_1485497354-Patrialis-Akbar-dan-Perantaranya-Resmi-Ditahan-KPK1

JAKARTA (suarakawan.com) – Jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengekseskusi mantan hakim konstitusi, Patrialis Akbar. Ia akan mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung.

“Patrialis Akbar hari ini dieksekusi ke Lapas Sukamiskin Bandung,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (18/9).

Selain Patrialis, jaksa KPK juga mengeksekusi Kamaludin, perantara suap sekaligus kerabat Patrialis. Sementara salah seorang penyuap Patrialis, NG Fenny, masih mendekam di Rumah Tahanan Wanita KPK Kavling C1 Kuningan. Ia dalam tahap pengajuan banding.

“Sebelumnya, Basuki Hariman telah dieksekusi pada Jumat 15 September 2017. Sedangkan Ng Feny, saat ini sedang proses banding masih ditahan di rutan wanita di C1,” kata Febri.

Patrialis Akbar divonis 8 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Sementara Kamaludin divonis 7 tahun penjara, sedangkan NG Fenny 5 tahun.

Patrialis dan Kamaludin terbukti menerima suap US$ 50 ribu dan Rp 4 juta dari Basuki Hariman yang merupakan pemilik PT Impexindo Pratama, PT Cahaya Timur Utama, PT Cahaya Sakti Utama dan CV Sumber Laut Perkasa dan anak buahnya NG Fenny. Kamaludin menjadi perantara.

Dari uang US$ 50 ribu, Patrialis kecipratan US$ 10 ribu dan Rp 4 juta, sedangkan Kamaludin US$ 40 ribu.(lp6/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini