Pasca Demo, Sopir Damri Dikeroyok Crew Bus Jurusan Semarang

SIDOARJO (suarakawan.com) – Pasca demo kelompok sopir yang mendukung bus jalur Surabaya-Semarang masuk Terminal Osowilangun, terjadi perusakan Bus Damri P-8 nopol N 7040 UD yang diduga dilakukan oleh crew dan puluhan orang di dalam PO Sinar Mandiri. Bukan hanya melakukan perusakan massa ini juga melakukan pengeroyokan terhadap sopir bus Damri yakni Sumain warga Bungah, Gresik.

Informasinya, bus Damri keluar dari pos pengecekan di depan Mako Brimob medaeng, dipepet oleh PO Sinar Mandiri. Setelah dipepet tiba – tiba menghentikan bus Damri tersebut selanjutan sekitar 70 orang yang berada di dalam bus PO Sinar Mandiri turun lalu memecahkan kaca di bagian depan, samping kanan dan kiri bus naas tersebut. Diketahui seseorang masuk dari pintu kiri menyeret sopir hingga keluar lalu dihajar beramai – ramai.

Menurut Wastomi Suheri, Ketua Organda Surabaya, membenarkan kejadian yang dialami oleh anggotanya tersebut dan saat ini pihaknya masih berkoordinasi untuk meredam aksi balasan. “Saya bersama korban sudah laporkan kejadian tersebut ke Polsek Waru,” ujarnya kepada suarakawan.com di Mapolsek Waru.

Sementara itu, Kapolsek Waru, Kompol Heri Purwanto menjelaskan pihaknya masih melakukan penyelidikan kasus tersebut.

Hingga berita ini diturunkan anggota kepolisian melakukan penjagaan di Terminal Purabaya, Bungurasih untuk mengantisipasi aksi balasan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ratusan Pendemo Sopir bus jurusan Surabaya-Semarang meminta kepada pemerintah kota untuk segera memperbaiki atau membenahi dahulu Rute yang ada di Terminal Osowilangun (TOW).

Hal ini ditegaskan oleh Iswahyudi salah satu perwakilan Ketua Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) Surabaya saat masuk ke ruangan dan diterima Plt Kepala Dishub Surabaya, Eddi, lalu Wakil Ketua DPRD Surabaya, Musyafak dan disusul Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Tri Maryanto di Balai Kota Surabaya, Selasa (21/02).(Dik/jto)

Satu Respon

Tinggalkan pesan "Pasca Demo, Sopir Damri Dikeroyok Crew Bus Jurusan Semarang"