Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Partai Golkar Diminta Pilih Cagub Tak Berdasarkan Pertemanan dan Perduitan

13 May 2017 // 22:31 // HEADLINE, POLITIK & PEMERINTAHAN

IMG-20170514-WA0000

SURABAYA (suarakawan.com) – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar diminta harus memilih Calon Gubernur (Cagub) yang memiliki elektabilitas dan popularitas tinggi. Cagub yang akan diusung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jatim 2018, hendaknya jangan berdasarkan faktor pertemanan dan perduitan.

Permintaan tersebut disampaikan Ketua Umum Kosgoro 1957, Agung Laksono kepada wartawan usai membuka Musyawarah Daerah (Musda) III PDK Kosgoro 1957 Jatim di Surabaya, Sabtu (13/4). Musda digelar untuk memilih ketua umum PDK Kosgoro Jatim periode 2017-2022.

Menurut Agung, Partai Golkar harus terbuka dalam menentukan cagub. Siapapun cagub yang tertinggi elektabilitas dan popularitasnya layak diusung. Tingkat elektabilitas dan popularitas cagub diketahui dari survei menjelang Pilkada Jatim nanti.

“Tanyakan kepada rakyat lewat survei. Dengan demikian akan rasional. Hasil persepsi publik turut menentukan. Kalau sudah tertinggi tak bisa dipungkiri lagi. Dengan cara itu, maka akan dapat memilih calon yang terbaik,” ujarnya.

Kosgoro sebagai organisasi sayap Partai Golkar, lanjutnya, siap membantu mencari figur yang diusung sebagai cagub. Nanti, Kosgoro akan mengusulkan nama-nama cagub ke DPP untuk disurvei. Nama-nama cagub tersebut, bisa saja dari kader Kosgoro.

“Banyak kader Kosgoro yang layak dicalonkan. Salah satunya Ridwan Hisjam. Tapi tentunya, kita tidak bisa memaksakan dia kalau elektabilitasnya rendah. Harus ada calon yang tinggi elektabilitas dan popularitasnya,” ungkapnya.

Jika cagub yang diusung Partai Golkar nanti sesuai hasil survei, Agung meminta kepada seluruh tingkat II Kosgoro harus konsekuen mendukung keputusan DPP. Asalkan keputusan itu diambil dengan cara yang benar. “Dengan demikian tidak ada dusta diantara kita,” tegas mantan Ketua Umum DPD Partai Golkar ini.

Ketua Umum PKD Kosgoro Jatim demisioner, Yusuf Husni sependapat dengan Agung Laksono. Meski bersama ormas sayap Partai Golkar lainnya bukan partai politik (parpol), namun Kosgoro ikut menentukan setiap kebijalan politik Partai Golkar.

“Termasuk Pilkada Jatim nanti. Kosgoro selalu terlibat dalam pembahasan Pilkada. Kosgoro juga siap memenangkan Partai Golkar di Pemilu 2019,” tuturnya yang dikabarkan maju lagi dalam pemilihan ketua umum di Musda III PDK Kosgoro 1957.

Cak Ucup, sapaan akrabnya, juga sependapat dengan keinginan Partai Golkar bahwa cagub Jatim berasal dari kader NU. Namunn jika Partai Golkar ingin calonnya dari kader Kosgoro, maka Kosgoro siap memberikan kader yang terbaik.

“Kosgoro memiliki kader terbaik di kepengurusan DPP Partai Golkar. Mereka antara lain Setya Novanto dan Idrus Marham. “Banyak juga kader Kosgoro yang jadi gubernur dan bupati, khususnya diluar daerah,” ungkapnya. (Bng/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini