Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Parpol Sepakat Pilkada Jatim Berlangsung Teduh dan Tak Gaduh

06 May 2017 // 17:36 // HEADLINE, PILKADA

pilkada

SURABAYA (suarakawan.com) – Sejumlah partai politik (parpol) sepakat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jatim 2018 berlangsung teduh tapi tidak gaduh. Boleh beda, namun tetap menjadi satu bagian dalam keluarga.

Kesepakatan itu, terungkap dalam obrolan santai sejumlah pengurus parpol dengan Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf di Kantor DPD Partai Golkar, Sabtu (6/5). Parpol-parpol itu, antara lain PDIP, Golkar, Gerindran PAN dan PKS.

“Inilah politik gaya Jawa Timuran. Ada sopan santun dan membangun keakraban.
Beda partai tapi saudara. Itu sesuatu yang indah,” ujar Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf usai bertemu lima pimpinan parpol itu.

Menurutnya, pihaknya sudah ngobrol dengan pengurus parpol yang hadir dalam pelantikan pengurus DPD Partai Golkar terkait Pilkada Jatim 2018. Dalam obrolan itu, mereka sepakat bagaimana Pilkada nanti tidak gaduh tapi teduh.

“Boleh beda tapi menjadi satu bagian dalam keluarga. Itu gagasan dan ide harus yang harus diapresiasi. Tentu akan disambut dengan pertemuan di kantor parpol yang lain,” paparnya.

Terkait pernyataan Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto yang mendukung kader NU menjadi Gubernur Jatim, Gus Ipul menganggap sebagai pernyataan politik untuk keakraban.

“Dua periode saya didukung oleh Golkar. Dengan partai-partai tak mendukung juga akrab. Tentu, saya akan terus menjalin komunikasi dengan semua parpol. Soal nanti didukung atau tidak oleh pimpinan parpol, ya pasrah saja,” ungkapnya. (Bng/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini