Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

PAPBD 2017, Hanya 3 Ribu GTT di Jatim yang Dialokasikan

21 Aug 2017 // 18:55 // HEADLINE, PENDIDIKAN

guru2

SURABAYA (suarakawan.com) – Pemerintah Provinsi menganggarkan dana untuk gaji guru PNS dan GTT se Jatim dalam P-APBD Jatim 2017 yang dialokasikan, sebesar Rp.342 miliar, sebanyak Rp152 miliar diantaranya hanya untuk membayar gaji GTT.

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Suli Daim usai hearing dengan Dinas Pendidikan Jatim, Senin (21/8) mengatakan dana Rp152 miliar itu untuk gaji sekitar 3 ribuan GTT yang belum terbayarkan. Padahal total GTT di Jatim mencapai sekitar 9 ribuan tapi setelah divalidasi tinggal sekitar 3 ribuan GTT. Jadi GTT yang belum mampu dibayar Pemprov Jatim masih sebanyak 6 ribuan.

Menurut politisi asal PAN, kendala utama GTT adalah legalitas (SK). Pasalnya sesuai aturan SK GTT itu harusnya ditandatangani kepala daerah (bupati/walikota/gubernur). Namun faktanya, banyak kepala daerah yang tak berani menandatangani karena khawatir nantinya GTT akan menuntut supaya statusnya di negerikan (PNS).

“Persoalan ini harus segera dicarikan solusi. Sebab tiap tahun banyak guru yang pensiun sementara moratorium PNS guru belum dicabut, sehingga banyak sekolah terpaksa mengangkat GTT tapi kesejahteran mereka masih jauh dari kelayakan,” ungkap mantan tenaga pendidik di lingkungan Muhammadiyah ini.

Kadis Pendidkan Jatim, Saiful Rahman mengatakan bahwa tahun depan pihaknya akan melakukan pengangkatan GTT menjadi tenaga honorer Pemprov Jatim dengan gaji minimal Rp.2,8 juta/bulan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut sedikitnya diperlukan anggaran sebanyak Rp.150 miliar.

“Nanti daerah yang mengajukan ke Provinsi, baru kemudian diterbitkan SK dari Gubernur Jatim sehingga bisa ditetapkan sebagai tenaga honorer Pemprov Jatim,” pungkas Saiful Rahman. (aca/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini