Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Pangeran Charles Ogah Kunjungi Myanmar, Ini Alasannya

04 Oct 2017 // 18:44 // HEADLINE, INTERNASIONAL, PERISTIWA

Camilla+Parker+Bowles+Duchess+Cornwall+Celebrates+Z4mSftwMkAHl

LONDON (suarakawan.com) – Pangeran Inggris, Charles, akan mengunjungi Asia Tengga dan India pada akhir bulan ini. Namun, pewaris takhta tersebut tidak akan mengunjungi Myanmar setelah serentatan aksi kekerasan dan tuduhan pihak berwenang melakukan pembersihan etnis.

Laporan media bulan lalu mengatakan bahwa kunjungan resmi ke Myanmar sempat dimasukkan dalam perjalanan tersebut, yang dilakukan pangeran atas nama pemerintah Inggris, dan para pembesar mengakui hal itu telah dianggap sebagai bagian dari jadwal.

Namun hal itu dihilangkan dari program terakhir yang dikeluarkan pada hari Rabu (4/10). Charles dan istrinya Camilla akan melakukan perjalanan ke Singapura, Malaysia dan kemudian ke India di mana dia akan bertemu dengan Perdana Menteri Narendra Modi.

“Kami melihat berbagai pilihan di wilayah ini dan, seperti yang kami umumkan hari ini, kami akan melanjutkan kunjungan ke Singapura dan Malaysia,” terang Wakil Kepala Departemen di Kantor Luar Negeri dan Persemakmuran Inggris, Philip Malone.

Malone dan pembantu kerajaan menolak untuk menjelaskannya.

Lebih dari 500 ribu Muslim Rohingya telah melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh pada bulan lalu sejak gerilyawan menyerang pos keamanan di dekat perbatasan. Serangan ini memicu pembalasan militer yang sengit dan Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mencap sebagai pembersihan etnis.

Bulan lalu Inggris menangguhkan program pelatihannya untuk militer di Myanmar karena kekerasan tersebut, dan hubungan diplomatik kedua negara telah memburuk.

Pegiat hak asasi manusia pun menentang kunjungan kerajaan ke negara itu.

“Untuk seseorang seperti Pangeran Charles mengunjungi negara itu akan dipandang sebagai hadiah, dan memberi legitimasi kepada pemerintah serta militer yang saat ini melanggar hukum internasional,” kata Mark Farmaner, direktur Kampanye Myanmar Inggris.

Charles dan Camilla akan memulai tur mereka di Singapura pada 31 Oktober sebelum pergi ke Malaysia, di mana mereka akan merayakan 60 tahun hubungan diplomatik sejak bekas koloni Inggris tersebut menjadi independen, sebelum mengakhiri tur 11 hari di India.(sin/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini