Pangdam V Brawijaya: FPI Bisa Menjadi Rekan

SURABAYA (suarakawan.com) – Selama ini, organisasi Islam FPI diidentikan dengan kekerasan. Setiap kali massa FPI melakukan penggerebekan di lokasi yang diduga sebagai tempat maksiat, maka selalu pula terjadi kekerasan. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Murdjito.

Dimata Pangdam, tidak selamanya organisasi Islam, seperti FPI identik dengan kekerasan. FPI justru bisa menjadi rekan aparat keamanan. “Saya pernah mengalami sendiri. Di suatu tempat, FPI itu menjadi rekan kita,” kata Murdjito kepada wartawan usai acara Coffee Morning Insan Pers di Makodam V Brawijaya, Selasa (14/02).

Selain menjadi rekan, FPI juga sering membantu bahkan melibatkan aparat keamanan ketika akan melakukan penertiban di suatu tempat. “Saya tanya sasarannya apa, lalu kita laporkan ke kepolisian. tolog didampingi, sehingga tidak membuat semaunya sendiri,” ungkapnya.

Di Jatim, lanjutnya, sampai hari ini belum terindikasi ada pergerakan FPI. Namun, Kodam V Brawijaya tetap selalu bersikap waspada. Antisipasi kejadian di Kalimantan Tengah tetap dilakukan, agar tidak sampai merambah ke Jatim.

“Semua peristiwa yang terjadi di wilayah Indonesia tetap kita antisipasi. Berbicara soal FPI, aliran-aliran di Jatim tetap diwaspadai. Tapi, kita harus bisa menempatkan diri, jangan punya pemikiran disana berbuat jelek, lalu disini juga berbuat jelek,” paparnya.

Mengenai maraknya pilot yang menggunakan narkoba dan tidak menutup kemungkinan dilakukan oleh anggota TNI, Pangdam mengaku sudah melakukan upaya pencegahan dengan melakukan pemeriksaan. Bahkan, pemeriksaan terhadap anggota TNI itu dilakukan Kodam secara mendadak.

“Misalnya, minggu dan senin kita ambil, lalu kita bawa ke rumah sakit untuk dites urine. Itu yang kita lakukan. Kalau kita pikirkan hari ini rawan, pas ada hiburan, perlu diadakan pemeriksaan untuk mencegah penyalahgunaan barang-barang terlarang itu. Karena kita tahu dampak dari obat-obatan tersebut,” jelasnya.

Selama tahun 2012 ini, Pangdam mengaku belum mendapat laporan adanya anggota TNI yang terlibat dalam penggunaan obat-obatan terlarang. “Kalau laporan untuk pemeriksaan sudah. Hanya untuk yang terindikasi kesitu belum ada. Memang yang lalu-lalu sudah, tapi sudah diselesaikan,” tandasnya. (Bng/jto)

 

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Pangdam V Brawijaya: FPI Bisa Menjadi Rekan"