Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Pak Jokowi, Selamat Menyambut Lebaran

24 Jun 2017 // 04:19 // OPINI

jokowi-poto-istimewa-1

Oleh: Yudi Syamhudi Suyuti
Ketua Presidium MRI (Musyawarah Rakyat Indonesia).

Sehari lagi, bagi kami umat Islam merayakan Hari Raya Idul Fitri. Termasuk juga pak Jokowi yang juga ikut merayakan hari kemerdekaan setelah menjalani puasa sebulan lamanya.

Saya dalam hal ini ingin menyampaikan kepada Presiden ucapan lebih dahulu. Yaitu Selamat Menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Dalam ucapan selamat ini, saya juga berharap dan berdoa, semoga hati Pak Jokowi menjadi bersih dan fitri dengan ditandai kesadaran serta keiklasan untuk mengundurkan diri sebagai Presiden.

Karena dalam waktu dekat, kami akan melengserkan Pak Jokowi sebagai Presiden secara konstitusional.

Pak Jokowi memang ditakdirkan sebagai Presiden pada 2014 meski dengan cara curang, akan tetapi Insya Allah tidak sampai satu periode.

Karena ada hal mendasar yang paling fatal dalam menjalankan kekuasaan Pak Jokowi adalah : memberikan kedaulatan negara kita ini ke tangan asing, khususnya Cina (RRC). Termasuk memberikan fasilitas-fasilitas untuk penguasaan teritorial ke Cina melalu daratan, lautan dan udara di Indonesia.

Dengan merekatkan hubungan Cina ini, akhirnya anda harus mengikuti bahkan menduplikasi cara-cara politik Komunis Cina (PKC), dimana PDIP sebagai Partai yang menjadikan anda sebagai Presiden merupakan Partai kompartemen PKC. Termasuk partai-partai yang beraliansi dengan PDIP. Dan pintu masuk ini dibuka oleh ambisi Konglomerat Taipan.

Menduplikasi cara politik RRC-PKC di Indonesia melalui penerapan cara politik Cina ini akhirnya berdampak pada kriminalisasi ulama dan aktivis, menuduh Islam Politik sebagai Islam Radikal dan mencap kelompok Nasionalis dan Kerakyatan Oposisi sebagai kelompok pengacau anti pembangunan. Karena kami menolak proyek infrastruktur Jokowi khususnya Reklamasi dan Meikarta yang merupakan proyek kolonisasi Cina dan Makar. Menyangkut penolakan proyek tersebut, saat ini sedang kami tunggu hasil rekomendasi Komnas HAM untuk kita jadikan argumentasi menggelar Sidang Istimewa.

Ini jelas Jokowi, jaringan kekuasaan dan konglomerat taipan sebagai sinergi kekuasaan RRC-PKC harus kita sadarkan.

Penyadaran ini bukan dengan cara rekonsiliasi, akan tetapi dengan cara dilengserkan melalui cara yang konstitusional. Yaitu Sidang Istimewa dengan tiga tuntutan mendasar. Kembali ke UUD 45 asli, Cabut Mandat Jokowi dan Bentuk Pemerintahan Transisi.

Kita tidak perlu menghabiskan energi untuk rekonsiliasi yang justru memberikan energi kekuasaan Jokowi lebih untuk menjajah rakyatnya sendiri dan menginjak-injak Islam. Apalagi Jokowi juga tidak ingin terjadi rekonsiliasi, ini justru malah membuat sakit hati kelompok yang ingin berdamai dan berkonsensus.

Rekonsiliasi pasti kita lakukan, akan tetapi nanti setelah Sidang Istimewa digelar dan setelah Jokowi lengser.

Sekali lagi saya ucapkan, Selamat Menjelang Lebaran untuk Pak Jokowoi. Salam Hormat.

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini