Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Ormas Islam Minta Umat Budha Jatim Ikut Kecam Aksi Kekerasan Rohigya

06 Sep 2017 // 19:40 // DAERAH, HEADLINE, PERISTIWA

IMG-20170906-WA0005

SURABAYA (suarakawan.com) – Ratusan jemaah dari berbagai organisasi masyarakat (ormas) di Pasuruan menggelar aksi damai  Vihara Maha, Surabaya, Rabu (6/9). Aksi damai ini ormas dari Pasuruan mengajak organisasi Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) untuk bersama-sama memberikan perhatian terhadap konflik di Rohingya, Myanmar.

“Kami berharap kepada Walubi untuk bisa meneruskan aspirasi kami di Pasuruan untuk Myanmar.  Bahkan dalam aksi ini perwakilan meminta Myanmar harus segera menghentikan segala macam kebiadaban, segala macam pembunuhan yang sangat-sangat tidak manusiawi, apapun alasannya,” tegas Zainal koordinator aksi.

Menurut Zainal, berbagai asalan militer Myanmar dalam melakukan aksi tersebut seharusnya tak dijadikan dasar melakukan penindasan terhadap umat Islam.

“Banyak orang yang berkomentar, ini masalah ekonomi, ada minyak di sana, ini masalah politik, militer, masalah kewarganegaraan, ya kami paham. Tapi hentikan dulu soal pembunuhan yang tidak beradab itu! Jangan sampai membunuh anak-anak, ibu-ibu yang tidak memiliki sangkut paut dengan kepentingan ini. Tolong hentikan ini,” tegasnya sekali lagi.

Untuk itulah, pihaknya mengajak umat Budha yang ada di Jatim, untuk berunding, sekaligus memberikan contoh, bahwa permasalahan bisa diselesaikan tanpa pertumpahan darah.

“Kami sebagai warga negara, mengajak seluruh umat bangsa untuk duduk damai. Berunding. Semua masalah bisa diselesaikan, tanpa harus saling melukai,” tegasnya.

Pihaknya juga mengajak Walubi untuk melakukan komunikasi dengan Umat Budha di Myanmar agar menghentikan aksi kekerasan ini.

“Kami meminta Walubi agar mengingatkan saudara umatnya yang ada di Myanmar untuk “ojo ngono,” ujarnya.

Sekaligus, Umat Budha di Myanmar diharap bisa mencontoh pola kerukunan yang ada di Indonesia.  “Indonesia merupakan negara paling damai. Umat Islam merupakan mayoritas di sini. Namun, umat lain hidup nyaman, tentram,” kata Zainal.

Terpisah, sekretaris DPD Gerindra Jatim Anwar Sadad menghimbau agar kader Gerindra ikut turun ke jalan mengecam aksi keji terhadap umat muslim Rohingya di Myanmar. “Saya menyerukan kepada semua kader Gerindra untuk berbaur bersama-sama dengan elemen penting masyarakat lainnya,” katanya.         

Politisi asal Pasuruan ini menjelaskan, perilaku terhadap umat muslim Rohingya di Myanmar sudah di luar batas. Kekejaman militer Myanmar adalah bentuk pelanggaran HAM yang harus diusut dan dipertanggungjawabkan. “Ini sudah diluar batas kemanusiaan. Dimanakah hati nurani mereka sehingga tega melukai warga muslim Rohingya dengan kejam,” dalih Sadad.

Ia juga menghimbau agar para alumni santri Ponpes Sidogiri Pasuruan yang tersebar di seluruh Indonesia melakukan gerak badan bersama untuk kehancuran musuh Islam di masjid atau mushola. “Dianjurkan membaca hizib nashor 11 kali untuk masing-masing orang dan membaca sholawat nariyah 4444 kali untuk tiap majelis,” jelas anggota keluarga besar Ponpes Sidogiri ini. (aca/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini