Operasi Fajar Dimulai Akhiri Serangan Gaddafi di Benghazi

DUBAI – Kode nama dari Amerika Serikat (AS) untuk aksi militer gabungan ke Libya, berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), adalah Odyssey Dawn.

Operasi Odyssey Dawn diluncurkan pada Sabtu (19/3) lalu sebagai pelaksanaan Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 1973. Tujuannya, untuk menghentikan pasukan Pemimpin Libya Muammar Khadafi melukai rakyat sipil tak berdosa.

Resolusi itu sendiri merupakan pemberlakuan zona bebas terbang (no-fly zone) di wilayah udara Libya. Sehingga pasukan yang masih setia kepada Khadafi tak bisa menggunakan jet-jet tempur untuk menembaki dan membom pada pengunjuk rasa.

Persetujuan Liga Arab berperan besar dalam lolosnya resolusi tersebut, meski baru Qatar yang memberikan bantuan militer di Libya. Rusia, China, Jerman dan Brasil menyatakan abstain dengan berbagai alasan kekhawatiran.

Operasi Odyssey Dawn termasuk partisipasi pesawat udara dan kapal dari delapan negara. Yakni Amerika Serikat (AS) sebagai pemimpin operasi, Inggris, Prancis, Belgia, Denmark, Italia, Spanyol dan Kanada.

Bertindak sebagai komandan strategi adalah Jendral Carter Ham dari AS dan pengarah taktis adalah Laksmana Sam Locklear, komandan Angkatan Laut AS di Eropa, melalui kapal USS Mount Whitney di Laut Mediterania.Jet tempur Prancis menjadi pertama menembaki Libya pada hari dimulainya operasi tersebut. Prancis menyebut kontribusinya ini sebagai Operasi Harmattan. Sedangkan Inggris, Operasi Ellamy dan Kanada, Operation MOBILE.(wn/ara)

Tag:
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Operasi Fajar Dimulai Akhiri Serangan Gaddafi di Benghazi"