OJK Himbau Masyarakat Hati-hati dalam Transaksi Online

ojk

JAKARTA (suarakawan.com) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meningkatkan kembali jika masyarakat tetap harus berhati-hati dalam melakukan transaksi, khususnya untuk transaksi di sistem online. Hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya kerugian akibat kesalahan pribadi.

Imbauan ini menanggapi kasus kesalahan sistem atau corrupt system pada Mandiri Online. Akibat kejadian ini dana nasabah mengalami perbedaan antara yang tercatat di tabungan dengan yang ada di akun Mandiri Online.

“Kita mengingatkan kembali nanti kalau ada permintaan pin bisa melewati telpon atau sms, itu harus diwaspadai,” ujar Anggota Dewan Komisioner OJK bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Kusumaningtuti S Soetiono di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/5).

Meskipun permintaan pin atau password datang dari pihak bank, namun nasabah diminta tidak begitu saja percaya. Apalagi jika kesalahan dilakukan nasabah maka industri keuangan tidak bisa bertanggung jawab akibat kelalaian itu.

“Lembaga jasa keuangan tidak bisa menghindar akubat dari kelalaian kita sendiri. Lembaga jasa keuangan jadi bisa bilang kenapa kok tidak dijaga kalau kita memberikan pada orang lain, ya susah kita untuk melindungi. Tapi kalau ini sistem error tanpa disengaja, ya itu bisa diperbaiki,” jelas dia.

Sebelumnya, pada Jumat 5 Mei siang, akun Twitter resmi Mandiri ramai dibanjiri keluhan nasabah yang merasa kehilangan dana akibat kesalahan teknis pada operasi aplikasi Mandiri Online. Kemudian Bank Mandiri menghentikan sementara layanan Mandiri Online.

Saat ini PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mengklaim jika layanan Mandiri Online sudah kembali normal. Dengan begitu nasabah tidak perlu lagi khawatir untuk bertransaksi dengan layanan online tersebut. (mtv/rur)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "OJK Himbau Masyarakat Hati-hati dalam Transaksi Online"