Nyambi Kurir Sabu, Sopir Angkot Dibekuk Polisi

penjara

SURABAYA (suarakawan.com) – Bekerja sebagai sopir angkutan kota, Hendro Subagyo (42), ternyata tidak mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari. Untuk mendapatkan hasil tambahan maka cara apapun akan ditempuh.

Dari pengakuan Hendro, “Meski belum lama menjalani kerja sampingan ini, saya merasakan sedikit tambahan setiap harinya, saya terpaksa melakoni pekerjaan itu karena terhimpit biaya .Upahnya sopir itu sedikit, jadi saya terpaksa nyambi jadi kurir sabu, lumayanlah dapat uang tambahan berkisar Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu,“ ungkapnya.

Kronologinya saat itu polisi mendapatkan informasi terkait peredaran sabu di wilayah hukum Wonocolo, Surabaya. Supriadi (52) yang mendapatkan pesanan sabu dari seorang yang biasa disebut dengan Mami (buron). Supriadi yang mendapatkan uang Rp 1,4 juta, akhirnya berangkat membeli.

Supriadi pun berangkat menuju rumah Hendro di Jalan Petemon Sidomulyo, untuk membeli barang haram.

Lantaran barang yang dimaksud tidak tersedia, Hendro pun terpaksa membeli terlebih dahulu kepada bandar yang bernama Pur dan Mama (keduanya buron) di daerah Sidotopo. Akhirnya Hendro ditangkap oleh anggota unit reskrim Polsek Wonocolo, Surabaya, karena kedapatan membawa barang bukti narkotika jenis sabu-sabu seberat satu gram.

“Saat sesudah membeli barang itu, pelaku kami tangkap. Jadi, barang belum sempat diberikan kepada pelaku pertama alias Supriadi,” kata Kanit Reskrim Polsek Wonocolo AKP Arif Suharto.(wan/rur)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Nyambi Kurir Sabu, Sopir Angkot Dibekuk Polisi"