Nol Sampah Ajari Mahasiswa Biologi Bikin Pupuk Organik Cair

proses pembuatan pupuk organik

SURABAYA (suarakawan.com) – Upaya “perampokan” tas kresek di taman Kampus C depan rektorat Universitas Airlangga jalan Mulyosari nyaris gagal. Pasalnya sampah plastik terutama tas kresek yang ditemukan di lokasi tersebut hampir tak ada. Terlebih telah disediakan beberapa tong sampah dilokasi tersebut.

Agenda yang digelar komunitas Nol sampah bersama gabungan mahasiswa Biologi se Jatim ini lantas dilanjutkan dengan diskusi mengenai bahaya sampah plastik/tas kresek yang baru bisa terurai ratusan hingga ribuan tahun.

Para mahasiswa jurusan Biologi dari berbagai universitas di jatim tersebut juga mendapatkan materi bagaimana mengolah sampah organik seperti sisa sayur atau buah busuk hingga menjadi pupuk cair.

“Bahan dasarnya cukup dengan gula merah atau gula aren atau tetes tebu yang dicampur dengan sampah organik tersebut. Perbandingannya 1 banding 3 secara volume. Jadi 1 volume gula merah dengan 3 sampah organik yang dicampur dengan 10 volume air,” papar Abdul Rohman dari Komunita Nol Sampah, Minggu (24/07).

Ketiga bahan tersebut, lanjut Rahman dicampur dan dijadikan satu lantas ditutup agar tak ada oksigen selama 21 hari. Namun demikian, Rahman mewanti-wanti agar tiap tiga hari tutup dibuka dan gas yang muncul dibuang.

“Setelah 21 hari dan sudah muncuk semacam gelembung maka pupuk organik cair kita sudah jadi dan siap disiram ke tanaman,” pungkasnya.(jto/nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *