Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Ngeluruk Grahadi, FK3JT Minta Soekarwo Segera Tentukan Cawagub dari Birokrat

14 Jun 2017 // 19:16 // HEADLINE, PILKADA

IMG-20170614-WA0005

SURABAYA (suarakawan.com) – Forum Komunikasi Kiai Kampung Jatim (FK3JT) meminta Ketua DPD Partai Demokrat Jatim Soekarwo segera menentukan bakal calon gubernur mendampingi Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

“Kami mohon Pakde Karwo menentukan pendamping dari bakal calon gubenur Jawa Timur periode 2018-2022 agar bisa mengawal bisa lebih maju serta lebih baik di masa mendatang,” kata Koordinator FK3JT Fahrurrozy.

Puluhan anggota FK3JT mendatangi Gedung Negara Grahadi untuk menyampaikan aspirasi ini kepada Pakde Karwo. Namun sayang Gubernur Jatim tersebut tidak ada di tempat karena harus mendampingi Ketum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang melaksanakan safari Ramadan.

Gus Fahrur menyampaikan, pihaknya mendukung tiga tokoh sebagai bakal calon Wakil gubernur. Mereka adalah Wahid Wahyudi (Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur). “Beliau terlahir dari kalangan pesantren yang tulen, serta birokrat. Cocok untuk mendamping Gus Ipul,” tegas dia.

Tokoh lainnya adalah Fattah Jasin (Asiten Pembangunan dan Ekonomi). Serta Hasan Aminuddin (Anggota DPR RI Fraksi Nasdem yang juga mantan bupati Probolinggo dua periode).

“Dukungan ini sudah kami sampaikan suratnya. Kami sebenarnya diberi waktu jam tiga sore. Namun karena ada kiai yang belum datang, akhirnya kami baru bisa datang malam ini. Ternyata Pakde ada kegiatan lain menemani Pak SBY,” kata Gus Fahrur. (aca/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda






  • Terkini