Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Nestapa Kakek 81 Tahun Tinggal di Gubuk Kayu

04 Sep 2017 // 11:16 // HEADLINE, KAWAN KITA

3750842235

PAREPARE (suarakawan.com) – Abidin, seorang kakek berusia 81 tahun, warga Kelurahan Wattang Soreang, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, tinggal di gubuk berukuran 5×5 meter, dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.

Gubuk Abidin terbuat dari potongan kayu jati, yang dipungutnya dari kebun sekitar rumahnya.

Usianya yang sudah renta membuat Abdullah tidak lagi terpakai sebagai kuli bangunan. Abidin pun hanya bisa mengharap bantuan makanan dari tetangga sekitar rumahnya.

“Sejak lima tahun lalu saya tidak dikutkan lagi bekerja oleh teman-teman kuli bangunan, karena sudah dinilai lamban. Tak ada lagi penghasilan untuk menghidupi diri sendiri, “ ucap Abidin, saat ditemui di rumahnya, Senin (4/9).

Baca juga: Syukur Kakek Ibrahim dan Istri meski Hanya Makan Buras dan Sambal Tomat pada Idul Adha

Terus-terusan dibantu tetangga, membuat Abidin merasa tidak enak hati. Dia pun berencana menjual sayuran di pasat tradisional Lakessi, Kota Parepare, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Untuk modal usaha menjual sayuran, Abidin rencananya akan menjual alat pertukangan semasa menjadi kuli bangunan.

“Saya rencananya menjual alat tukang, seperti sendok, gergaji, palu dan alat pertukangan batu lainnya untuk modal usaha. Andai saja Pak Presiden Joko Widodo bisa membantu saya modal usaha menjual sayur, pasti saya bisa menghidupi diri sendiri, “ kata Abidin.

Sementara itu Anti, menantu Abidin, menyebutkan, sebelumnya dirinya bersama 4 anaknya tinggal di gubuk Abidin. Namun, dia dan anak-anaknya akhirnya pindah karena selain anak-anaknya sudah mulai besar, dirinya juga bekerja di luar kota.

“Hari ini saya datang membawa makanan untuk bapak. Dulunya saya tinggal bersama bapak mertua saya Abidin. Namun karena saya bekerja pada pembuatan batu bata di luar kota, jadi saya tinggal di tempat kerja saya sekarang,“ kata Anti.

Menurut dia, dirinya sudah mulai menabung uang dari hasil bekerja di pabrik batu bata, untuk modal usaha mertuanya. Hanya saja karena gajinya hanya untuk dimakan, tabungan itu tak juga kunjung mencukupi.

“Modal Rp 300.000, mungkin bapak sudah bisa menjual sayuran di pasar. Sayang gaji saya kecil dan tabungan saya belum juga cukup,“ kata Anti sambil berlinang air mata. (kc/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini