Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Nelayan Harus Mengolah Hasil Tangkapan Ikan untuk Tingkatkan Kesejahteraan

10 Feb 2017 // 15:06 // HEADLINE, MARITIM & LAUT

DOD_8517

SURABAYA (suarakawan.com) – Nelayan di Jawa Timur (Jatim) diminta tidak menjual ikan hasil tangkapannya secara langsung. Untuk meningkatkan nilai tambah di pasaran, mereka harus mengolah hasil tangkapannya, sehingga keuntungan yang diperoleh bisa meningkat dan kesejahteraannya akan terdongkrak naik.

“Mereka sedang kita arahkan tidak lagi menjual ikan mentah, tapi lima puluh persen diolah sehingga meningkatkan nilai tambah,” kata Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf dalam dialog publik “Membangun ketangguhan nelayan menghadapi dampak perubahan iklim” di Kelurahan Kedungcowek, kecamatan Bulak pada Jumat (10/2).

Gus Ipul, sapaan akrabnya memberi contoh, ikan hasil tangkapan nelayan bisa diolah menjadi sarden atau makanan kemasan lainnya. Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim akan memberikan bantuan cold storage dan mesin pengolahan agar nelayan bisa meningkatkan pendapatan mereka.

“Contohnya bisa dibuat sarden. Kalau mereka menjual ikan mentah nanti kan dibeli kembali. Mereka jadi konsumen, padahal sesungguhnya produsen,” tuturnya.

Selain ikan olahan, nelayan juga bisa memproduksi limbah hasil tangkapan untuk memperoleh nilai tambah. Misalnya, banyaknya limbah kerang di kelurahan Kedungcowek, kecamatan Bulak yang selama ini belum termanfaatkan. “Salah satunya adalah limbah kerang, saya dengar seminggu mencapai empat truk,” ucapnya.

Limbah kerang itu, lanjutnya, bisa dimanfaatkan untuk bahan bangunan dan campuran semen. Jika limbah itu bisa diproses, maka pendapatan nelayan di kecamatan Bulak bisa meningkat. “Itu kan bisa dihancurkan dan dibuat campuran bahan bangunan sehingga bisa memperoleh nilai tambah,” tandasnya.

Pemprov Jatim, akan memberikan bantuan mesin pemecah kerang agar nelayan kecamatan Bulak bisa memproses dan menjual limbah kerang.”Kalau bisa memanfaatkan dan mmeberikan bantuan mesin maka limbah itu bisa berguna. Dan Pemprov Jatim akan mengusahakannya,” tuturnya.

Sekadar diketahui, jumlah nelayan di Jatim mencapai 250 orang. Selama ini, Pemprov Jatim sudah memberikan bantuan berupa alat penangkap ikan mesin kapal. Beberapa pelabuhan di Jatim juga akan dibangun untuk meningkatkan standart pengolahan ikan.

“Kita memberikan bantuan alat penangkap ikan ramah lingkungan. Sudah tentu, tidak semua nelayan mendapat bantuan,” kata kepala dinas Perikanan dan Kelautan Jatim Heru Tjahjono. (Bng/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini