Negara Tingkatkan Ketahanan Pangan

Tidak ada komentar 7 views

NEW YORK – Harga pangan yang mahal membuat sejumlah negara berupaya meningkatkan ketahanan pangan. Permintaan yang besar ditambah kekhawatiran gagal panen karena faktor cuaca di sejumlah negara akan semakin menaikkan harga pangan.

Di Bolivia, devisa bank sentral sebesar US$ 10 miliar disalurkan untuk menambah kredit bagi petani dan untuk menekan harga.

“Kami melihat krisis pangan akan terjadi,” kata Menteri Keuangan Bolivia Luis Arce, Minggu (13/3).

Presiden Korea Selatan Lee Myung Bak, membentuk gugus tugas untuk menyusun langkah-langkah yang dibutuhkan menjaga ketahanan pangan. “Ada kecenderungan terjadi krisis pangan global akibat perubahan iklim,” kata Lee.

Indonesia, salah satu negara pengimpor beras utama, berencana menaikkan stok beras pemerintah hingga dua juta ton secara bertahap. Tahun ini, stok beras Perusahaan Umum Bulog dipertahankan mencapai 1,5 juta ton.

China, konsumen biji-bijian terbesar di dunia, akan mengalokasikan dana sebesar US$ 1,96 miliar untuk mendorong produksi hasil pertanian dan mengatasi dampak kekeringan.

Harga gandum, jagung, dan kedelai menembus rekor tertinggi sejak 2008. Pemerintahan di Afrika, Asia, dan Amerika Latin mulai menaikkan impor, membatasi ekspor, dan mengeluarkan persediaan untuk menekan laju inflasi.

Indeks Harga Pangan FAO naik menjadi 231 pada Januari 2011 atau naik 3,4%, dibanding Desember 2010. Harga semua komoditas yang disurvei, biji-bijian, minyak dan lemak, susu, dan gula mengalami kenaikan, kecuali daging.

Direktur Jenderal International Rice Research Institute, Robert Zeigler mengatakan harga beras yang menjadi makanan pokok separuh penduduk dunia akan naik karena harga gandum yang mahal akan mendorong konsumen mencari bahan pangan alternatif.

“Jika produksi gandum turun, masyarakat akan beralih ke alternatif pangan lain. Beras adalah pilihan paling mudah,” kata Zeigler.

Dia menambahkan, harga beras biasanya mengikuti kenaikan harga gandum sebagai “efek ikutan”.

Harga gandum di Chicago Board of Trade, harga acuan global, menyentuh US$ 8,9325 segantang pada 9 Februari, level tertinggi sejak 25 Agustus 2008.

Harga gandum naik ke level tertinggi dalam dua tahun pekan lalu karena kekhawatiran dampak kekeringan yang melanda China dapat mengurangi produksi. Sementara pasokan gandum global semakin menyusut.

Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan permintaan global yang tinggi terhadap gandum akan berlanjut hingga 2011 dan berpotensi terjadi penimbunan yang akan terus menaikkan harga.

Presiden Bank Dunia Robert Zoellick merekomendasikan pemerintah memberi bantuan bagi masyarakat miskin untuk jangka pendek. Pemerintah juga perlu mengambil langkah-langkah mengurangi volatilitas harga dan menjamin ketahanan pangan untuk jangka panjang.

Kenaikan harga beras dan pangan pada umumnya mempercepat laju inflasi di seluruh wilayah Asia. Penentu kebijakan merespons dengan menaikkan suku bunga acuan untuk menekan kenaikan harga. (FT/ara)

 

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Negara Tingkatkan Ketahanan Pangan"