Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Nama Syahrini Terseret Kasus First Travel

20 Aug 2017 // 16:29 // HEADLINE, SELEBRITI

Ini-Alasan-Syahrini-Tidak-Nyekar-ke-Makam-Ayahnya

JAKARTA (suarakawan.com) – Polisi sudah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan penipuan yang dilakukan First Travel terhadap ratusan calon jemaah umrah.

Tiga orang tersebut diketahui ialah Direktur Utama First Travel, Andika Surachman, istri dari Andika yaitu Anniesa Desvitasari Hasibuan yang juga menjabat sebagai Direktur, dan yang ketiga ialah Komisaris Keuangan, Siti Nuraidah alias Kiki Hasibuan yang sekaligus menjadi adik dari Anniesa. Ketiganya sudah dilakukan penahan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri yang berada di Mapolda Metro Jaya.

Ternyata kasus penipuan tersebut juga menyeret nama artis Syahrini, Ria Irawan dan juga almarhum Julia Perez. Syahrini mengunggah foto saat berangkat umrah dengan First Travel di Instagramnya pada 26 Maret lalu. Disinyalir, Syahrini umrah tak sendiri tetapi sekeluarga besar.

“Nah ini mereka bisa mengetahui dan tidak mengetahui. Tentu perlu diperiksa,” kata Kabareskrim Mabes Polri Komjen Ari Dono Sukmanto di Kantor Bareskrim Polri di gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Jumat (18/8) lalu.

“Siapa yang tidak mau dibiayai umrah. Arah Bareskrim menggali sejauh dan sebanyak apa orang yang terlibat dalam kasus tersebut,” tambah dia.

Akibat kasus tersebut, Bareskrim Polri dan Kementerian Agama membuka posko ‘Crisis Center’ dalam kasus First Travel guna membantu pelayanan masyarakat. Sejak dibuka dua hari lalu, posko tersebut sudah menerima 500 orang yang mengadu.

“Sudah lebih dari 400-an orang, hampir 500 orang. Mungkin akan lebih banyak,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Brigjen Herry Rudolf Nahak, di Polda Metro Jaya, Jumat (18/8).

Kata Herry, para jemaah yang mengadu mayoritas sudah menyetor lunas biaya umrah, namun tak kunjung diberangkatkan. Setiap jemaah merugi Rp 14,3 juta, sesuai biaya umrah yang ditetapkan First Travel. Tapi, ada juga yang merugi lebih dari itu.

“Sudah harga ditentukan, lalu ada tambahan, tetapi enggak juga jalan (umrah),” katanya.

Lanjut Herry, untuk para korban First Travel bisa langsung datang ke posko.

“Bisa juga mengadu melalui e-mail FT@gmail.com. Atau, bisa menghubungi nomor hotline di 081218150098. Crisis Center dibuka mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB. Calon jemaah First Travel bisa datang melapor dengan membawa bukti pembayaran,” pungkasnya.(mer/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini