Naiknya Suku Bunga China Picu Pelemahan Bursa Regional

1 komentar 12 views

bursa efek indonesia

JAKARTA (suarakawan.com) – Langkah China menaikkan suku bunga menjadi sentimen negatif pelemahan sebagian bursa global pagi ini. IHSG berpotensi menguat terbatas setelah penurunan dalam dua hari terakhir.

Indeks bursa Wall Street ditutup menguat ditengah melemahnya sektor jasa AS dan penurunan peringkat utang Portugal. Penguatan Wall Street ini lebih diakibatkan oleh rebound setelah mengalami pelemahan selama 1 bulan terakhir.

The Institute for Supply Management melaporkan perlambatan pertumbuhan sektor jasa AS pada Juni. Perlambatan ini terlihat dari perlemahan kinerja perusahaan keuangan dan perusahaan jasa kesehatan. Data ISM Non-Manufacturing PMI dilaporkan turun menjadi 53,3 dari 54,6 pada periode sebelumnya.

Saham-saham yang masuk dalam kategori top gainer seperti: Caterpilar Inc (CAT) +1,5%, Intel Corp (INTC) +1,4% dan El Du Pont (DD) 1,4%. Pada Selasa (6/7) Indeks Dow Jones +0,45% ke level 12.626, Indeks S&P 500 +0,10% ke level 1.339 dan  Nasdaq +0,29% ke level 2.834.

Sementara itu, bursa Jepang bergerak melemah pada pagi hari ini. Kenaikan dalam seminggu terakhir dimanfaatkan investor untuk profit taking. Langkah China menaikkan suku bunga menjadi sentimen negatif pelemahan sebagian bursa regional.

Indeks Nikkei melemah 7,61 poin (0,06%) di posisi 10075,21 poin. Indeks Topix melemah 0,3% menjadi 866,56 basis poin.

Saham-saham yang melemah :  Toyota melemah 0,9% dan Kansai Electric Power melemah 5,5%.(ift/nas)

Satu Respon

Tinggalkan pesan "Naiknya Suku Bunga China Picu Pelemahan Bursa Regional"