Muzer Zaidib: Program Kesehatan Pemerintah Penuh Keruwetan

muzerKEDIRI (suarakawan.com) – Anggota Dewan Kota Kediri memberikan saran kepada kepala Dinas Kesehatan untuk menolak penerapan program BPJS di Kediri yang dinilai sarat akan kepentingan.

Penolakan ini disampaikan salah satu anggota dewan dari Komisi C Mudzer Dzaidib pada saat hearing dengar pendaapat mengenai BPJS dengan Dinas Kesehatan.

Dikatakan Muzer Zaidib, program kesehatan pemerintah pusat ini dirasakan penuh dengan keruweten.

Belum lagi masyarakat miskin harus dibebani dengan adanya pembayaran?iuran tiap bulan yang wajib untuk dibayar.

“Jadi orang tidak sakit pun harus membayar iuran, itu kan namanya asuransi. Yang ya, untung pihak asuransi. Biasanya?kan pihak asuransi kalau cari nasabah kan sulit. Kalau dikemas seperti itu, mau tidak mau ya tetap saja akhirnya masuk,” ujarnya.

Lebih lanjut ia berharap, pemerintah pusat mau mengkaji ulang kebijakan mengenai BPJS tersebut.

Muzer menambahkan,?dengan adanya program BPJS ini nantinya ada beberapa pihak yang akan mendapatkan keuntungan profit oriented.

“Semuanya mesti ada kepentingan, karena semua program pasti ada kepentingan. Kepentinganya ya profit oriented, untung,” terangnya menutup pembicaraan. (pen/era)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Muzer Zaidib: Program Kesehatan Pemerintah Penuh Keruwetan"