Muslim Norwegia Berbagi Rasa Sakit Dengan Penganut Kristen

Muslim Norwegia

OSLO (suarakawan.com) – Penganut Muslim di Norwegia mengatakan mereka berbagi rasa sakit dengan rekan-rekan Kristen mereka setelah persitiwa pembantaian, di mana Anders Breivik Behring menembak mati orang-orang muda, terutama remaja, di sebuah pulau liburan dan membom sebuah gedung pemerintah Oslo, menewaskan total 76 orang.

Seluruh rakyat Norwegia dari semua latar belakang bersatu untuk mengutuk tindakan dan pandangan, dan pemimpin Muslim mengatakan mereka berharap  peristiwa keji tersebut akan mengarah pada masa depan yang lebih baik untuk hubungan antar ras.

Tokoh Muslim mengatakan bahwa mereka merasa lega bahwa naiknya sentimen anti-imigran dan anti-Muslim di Eropa tidak diberi momentum baru oleh orang lain untuk membunuh orang-orang muslim tak bersalah atas nama Islam.

“Kami pikir ‘Puji Tuhan itu bukan seorang Muslim,” kata imigran Aljazair Tariq Mahmoud, 23, yang berada di sebuah masjid Oslo ketika jendelanya yang terbuka akibat ledakan bom Breivik yang telah ditanam.

“Tentu saja kami takut. Kami pikir mereka akan menekan kami,” kata Tariq teman Khaled Mohammed, 31.(nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Muslim Norwegia Berbagi Rasa Sakit Dengan Penganut Kristen"