Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Muslim di Myanmar Dipersulit Beribadah Saat Ramadan

29 May 2017 // 04:13 // HEADLINE, INTERNASIONAL, PERISTIWA

Rohingya-Pakistan

YANGON (suarakawan.com) – Human Rights Watch atau HRW mengatakan warga muslim di Myanmar semakin dipersulit untuk mendapatkan tempat beribadah dan mempelajari agama mereka, khususnya selama Ramadan tahun ini.

Peneliti HRW Divisi Asia, Richard Weir kemudian mengutip studi kasus yang dilakukan di kota Thaketa di Yangon, ibu kota Myanmar. Di Thaketa, dua madrasah ditutup pemerintah setelah terjadi tekanan besar-besaran dari kelompok Budha ultranasionalis bulan lalu.

Sebelum ditutup, menurut warga Thaketa, madrasah diigunakan sebagai tempat ibadah selama Ramadan. Itupun mereka harus terlebih dahulu mengurus izin untuk menggunakannya.

HRW mendesak agar pemerintah Myanmar mengizinkan semua warga Burma untuk menjalankan agamanya secara bebas, termasuk membuka kembali madarasah dan melindungi minoritas dari aksi massa.

Dengan penutupan dua madrasah itu, umat muslim di Thaketa tidak punya harapan pemerintah akan membukanya kembali. Menurut Sekretaris Jenderal gabungan Dewan Urusan Agama Islam ,Wunna Shwe, hal ini sudah biasa terjadi di Mynamar.

“Berdasarkan pengalaman kami, madrasah yang ditutup tidak akan pernah buka lagi,” kata Shwe.

Sejak pengetatan beribadah oleh pemerintah Myanmar, umat muslim di Thaketa menjalankan ibadah Ramadan di masjid-masjid lain yang sudah kelebihan kapasitas dan dengan menempuh perjalanan beberapa jam lamanya. (tc/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini